Akurat Logo

Presiden Rodrigo Duterte Pensiun dari Politik, Putrinya Nyapres Pemilu 2022

Bani Maryanto | 3 Oktober 2021, 13:20 WIB
Presiden Rodrigo Duterte Pensiun dari Politik, Putrinya Nyapres Pemilu 2022

AKURAT.CO  Putri Presiden Duterte Rodrigo dilaporkan akan mencalonkan diri sebagai presiden dalam pemilihan umum (pemilu) Filipina tahun depan, dan ajudan lama ayahnya bakal menjadi pendampingnya.

Berita pencalonan itu mulai diembuskan oleh perusahaan penyiaran terbesar Filipina, ABS-CBN pada Sabtu (2/10), beberapa minggu setelah Sara Duterte-Caprio mengatakan penolakannya untuk 'nyapres'.

Sebagaimana diwartakan Reuters, Sara saat ini menjabat sebagai wali kota Davao, kota terbesar ketiga Filipina. Sara menggantikan peran sebagai wali kota Davao usai Duterte naik ke kursi kepresidenan. 

Pada Sabtu, Sara mengajukan diri untuk mencalonkan diri sebagai wali kota lagi. Namun, pada hari yang sama, ABS-CBN melaporkan bahwa Sara akan ikut nyapres dalam pemilu Mei 2022, bersaing dengan sejumlah calon, termasuk petinju dunia, Manny Pacquiao.

ABS-CBN mendasarkan laporannya pada wawancara yang dilakukan Duterte dengan seorang jurnalis. Wawancara itu disebutkan terjadi tepat usai Duterte mengumumkan akan pensiun dari panggung politik. Saat itu, Duterte berbicara sambil menemani loyalis terdekatnya, Senator Christopher 'Bong' Go, yang mengajukan diri sebagai wakil presiden.

Dalam wawancara itu, Duterte ditanya, "Jadi sudah jelas, Sara-Go?"

"Iya Sara-Go," kata Duterte sebagai tanggapan.

Dalam klip yang sama, Duterte ditanya kapan putrinya akan mengajukan pencalonannya sebagai presiden. Saat ditanya itu, Duterte mengklaim tidak tahu.

"Saya benar-benar tidak tahu. Saya tidak tahu sama sekali," katanya.

Duterte juga tidak memberi banyak komentar ketika ditanya apakah ia telah memberi izin kepada putrinya untuk mencalonkan diri.

"Ah, tidak, sebenarnya kami tidak pernah berbicara tentang politik. Saya akan mengatakan bahwa itu untuk yang lebih baik," tambah Duterte.

ABS-CBN mengaku telah mengantongi izin dari jurnalis yang bersangkutan untuk menggunakan transkrip hingga video yang menunjukkan Duterte berada di luar sebuah hotel di Manila. Hotel inilah yang dikatakan jadi tempat pendaftaran bagi para kandidat pemilu 2022.

Juru bicara Sara,  Wali Kota Christina Garcia Frasco belum memberi konfirmasi pasti soal pernyataan Duterte tersebut. 

"Sejauh  yang saya ketahui adalah sama seperti yang dilaporkan dalam berita lokal. (Tapi) Kami tidak memiliki komentar untuk itu," kata Frasco saat ditanya Reuters.

Go juga sampai saat ini masih enggan menanggapi permintaan komentar.

Duterte yang berusia 76 tahun, mengatakan pada hari Sabtu bahwa dia pensiun dari politik, sebuah langkah mengejutkan yang memicu spekulasi bahwa dia membuka jalan bagi pemilihan presiden yang dijalankan oleh putrinya. 

Duterte, sebelumnya, diperkirakan akan mencalonkan diri untuk jabatan 'No. 2'. Namun, rencana ini sempat ditentang sebagian besar orang Filipina karena melanggar semangat konstitusi yang menetapkan batas satu periode bagi presiden untuk menghentikan penyalahgunaan kekuasaan.

Sementara, pengajuan kembali pemilihan wali kota oleh Sara dinilai tidak mampu banyak meredakan spekulasi bahwa dia mengincar kursi kepresidenan.

Baca Juga: Tak Mau Jadi 'Bos Ayahnya', Putri Rodrigo Duterte Tolak Tawaran Jadi Presiden Filipina, Taktik Belaka?

Para analis politik skeptis. Mereka mencatat bahwa perubahan menit terakhir masih mungkin terjadi, seperti pada tahun 2015 ketika Duterte memasuki pemilihan presiden pada jam kesebelas dan menang dengan selisih besar, dan Sara, kata mereka, dapat melakukan hal yang sama.

Para kandidat yang maju ke pemilu 2022 memiliki waktu hingga 8 Oktober untuk mendaftar. Meski begitu, penarikan dan penggantian diperbolehkan hingga 15 November, dan ini bisa menjadi kesempatan bagi para politikus untuk berubah pikiran di menit-menit terakhir.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

B
E
Editor
Endarti