'Disandera' usai Lumpuhkan Terusan Suez, Kapal Ever Given Bakal Dibebaskan oleh Mesir

AKURAT.CO, Mesir dijadwalkan melepas kapal Ever Given pada Rabu (7/7). Sebelumnya, kapal itu ditahan selama lebih dari 100 hari usai melumpuhkan jalur pasokan global lantaran terjebak di Terusan Suez selama 6 hari.
Dilansir dari AFP, kapal kontainer berbobot hampir 200 ribu ton itu terjepit di tengah kanal selama badai pasir pada 23 Maret. Akibatnya, arteri vital dari Asia ke Eropa terhalang. Padahal, jalur tersebut menopang 10 persen perdagangan maritim global dan memasok pemasukan vital bagi kas negara Mesir.
Setelah berhasil diapungkan kembali, Mesir menyita kapal itu dan menuntut kompensasi dari pemilik Jepang Shoei Kisen Kaisha atas hilangnya pendapatan kanal, biaya penyelamatan, dan kerusakan kanal. Pada Minggu (4/7), Otoritas Terusan Suez (SCA) mengumumkan kalau mereka telah mencapai kesepakatan akhir. Namun, jumlah kompensasi yang harus dibayarkan tidak diungkapkan.
Untuk memperingati kesepakatan itu, akan diadakan upacara pada Rabu (7/7) setelah kapal tersebut dilepaskan.
Baca Juga: 5 Fakta Menarik Terusan Suez, 15 Kapal Pernah Terjebak sampai 8 Tahun
Kairo awalnya menuntut USD 916 juta (Rp13 triliun) sebagai kompensasi. Namun, jumlahnya kemudian dipangkas menjadi sekitar USD 550 juta (Rp7,9 triliun). Jumlah akhir yang tak diungkapkan pun tercapai setelah melalui negosiasi yang alot. Bulan lalu, SCA mengumumkan kalau mereka telah menandatangani perjanjian konfidensial dengan perusahaan Jepang tersebut sebelum mencapai kesepakatan akhir.
"Kami mempertahankan hak kami dan menjaga hubungan baik dengan klien kami," tutur Ketua SCA Osama Rabie.
Selain itu, Mesir juga akan menerima kapal penarik seberat 75 ton dari Shoei Kisen Kaisha sebagai bagian dari paket kompensasi. Keluarga dari seorang petugas penyelamat yang meninggal selama operasi penyelamatan juga akan diberi kompensasi.
Kairo meraup lebih dari USD 5 miliar (Rp72 triliun) per tahun dari Terusan Suez. Mereka pun kehilangan pendapatan USD 12 juta-USD 15 juta (Rp173-217 miliar) per hari selama kanal tersumbat, menurut pengakuan SCA. Meski mengalami insiden tersebut, pendapatan Terusan Suez pada semester pertama tahun ini telah mencapai USD 3 miliar (Rp43 triliun).[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Oktober 2026, Cek Tahapannya
- 3UMKM Indonesia Bidik Pasar Global, LPEI Tawarkan Pembiayaan hingga Konsultasi Ekspor
- 4Lineup Jazz Goes to Campus 2026 Lengkap, Ada Kahitna hingga Maliq & D'Essentials
- 5Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 6KPK Tegaskan Tak Sita atau Terima Pengembalian Rp40 Juta dari PCNU Terkait Muktamar NU
- 7Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 8Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 9Auditor BPK Ungkap Enam Penyimpangan Yaqut Cholil Qoumas dalam Penetapan Kuota Haji Tambahan
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid di Kasus Suap HGB Summarecon




