Akurat Logo

Waduh! Mau Kabur dari Myanmar, Dua Warga Australia Malah Jadi Tahanan Junta Militer

Sopian | 22 Maret 2021, 19:15 WIB
Waduh! Mau Kabur dari Myanmar, Dua Warga Australia Malah Jadi Tahanan Junta Militer

AKURAT.CO, Dua warga Australia dilaporkan telah jadi tahanan junta militer Myanmar.

Mengutip The Guardian, kedua warga Australia itu diidentifikasi sebagai Matthew O'Kane dan Christa Avery. O'Kane berkebangsaan Australia, sedangkan Every memiliki kewarganegaraan ganda, yaitu Australia dan Kanada. Baik O'Kane dan Every, keduanya adalah konsultan bisnis yang menjalankan usaha bersama di kota terbesar di Myanmar, Yangon.

Pada Jumat Jumat (19/3) lalu, rekan bisnis itu pun sejatinya ingin meninggalkan Myanmar melalui bantuan penerbangan. Namun, belum sempat kabur, keduanya keburu ditangkap oleh otoritas Myanmar.

Sampai saat ini, belum jelas apa yang menjadi motif atas penahanan O'Kane dan Every. Namun, yang pasti, keduanya kini resmi jadi tahanan rumah oleh pemerintah militer.

Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia telah mengonfirmasi bahwa mereka memang memberikan bantuan kepada dua warga Australia di Myanmar. Sementara, Departemen urusan global Kanada mengaku telah mengetahui kasus ini, dan mengatakan akan segera menyediakan layanan konsuler bagi Every.

Penangkapan O'Kane dan Every ini sekaligus menjadi kasus ketiga warga Australia yang ditahan junta. Pada bulan lalu, penasihat ekonomi Aung San Suu Kyi dari Australia, Sean Turnell juga jadi sasaran penahanan junta militer.

Sementara Junta kini tak segan menargetkan warga asing, protes anti-kudeta dilaporkan terus bergelora. Kendati demikian, protes yang sudah berlangsung hampir 2 bulan justru makin diwarnai oleh aksi kekerasan dari pihak aparat. Dalam perkembangan terbaru, jumlah korban yang meregang nyawa karena protes anti-kudeta bahkan telah mencapai hampir 250 jiwa.

Padahal, militer Myanmar sudah berulang kali diperingatkan oleh dunia internasional. Di antaranya termasuk Australia yang akhirnya menangguhkan kerja sama militer dengan Myanmar, dan sebagai gantinya, bantuannya dialihkan ke organisasi non-pemerintah.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.