Kisah Penderita Cerebral Palsy Tewas Karena COVID-19, Bantu Manula hingga Ucapkan Perpisahan Lewat Video

AKURAT.CO, Baru-baru ini, publik dibuat trenyuh dengan kisah salah satu korban COVID-19 asal Maryland, Amerika Serikat (AS), Leilani Jordan. Bagaimana tidak, sebelum meninggal, Jordan merupakan pegawai toko kelontong yang rajin membantu para orang tua untuk mendapatkan kebutuhan mereka di tengah pandemi virus corona.
Padahal, saat masih bekerja di toko, Jordan diketahui menderita penyakit celebral palsy. Dalam keterangan ibunya, Jordan bahkan diceritakan begitu bersemangat membantu para lansia meskipun ia akhirnya harus mempertaruhkan nyawanya lantaran kemungkinan paparan virus COVID-19.
Bahkan, ketika pembeli di seluruh negeri menyerbu rak toko pada awal hingga pertengahan Maret lalu, Jordan mengaku tetap ingin bekerja agar bisa memastikan para manula mendapatkan kebutuhan mereka.
"Jordan berkata bahwa tempat kerjanya begitu kacau. Ia mengucapkan bahwa seseorang harus menyelesaikan masalah tersebut dan membantu orang tua.
"Dia melakukan segalanya untuk mereka (para lansia). (Ia) Membantu mereka menaruh belanjaan mereka di alat bantu jalan mereka, untuk membantu mereka naik lift," ucap ibu Jordan, Zenobia Shepherd seperti dilansir oleh New York Post pada Rabu (8/4).
Namun, setelah berjuang keras membantu para lansia di toko, Jordan yang berusia 27 tahun akhirnya jatuh sakit pada akhir Maret lalu. Jordan pun hanya bisa membantu para manula di toko kelontongnya sampai 16 Maret lalu.
Setelah didiagnosis menderita gejala COVID-19 akut, Jordan akhirnya menghembuskan napas terakhirnya pada minggu lalu.
"Dia kesayangan saya! Yang dia ingin lakukan hanyalah membantu orang," ungkap Shepherd sembari menitikkan air mata.
Sementara itu, perusahaan yang menaungi tempat kerja Jordan, Giant Food, telah mengonfirmasi kematian akibat virus corona serta mengatakan rasa simpati mereka kepada keluarga korban.
"Kami hanya bisa membayangkan luka hati yang mereka (keluarga Jordan) alami dan telah menawarkan dukungan kami selama masa sulit ini," terang Giant Food dalam sebuah pernyataan.
Sedangkan dalam kesaksian keluarga, sebelum Jordan meninggal, ia diintubasi dan tidak dapat berbicara. Namun, tanpa sepengetahuan keluarganya, Jordan ternyata diam-diam telah merekam ucapan perpisahan dengan telepon genggamnya.
"Dia (telah mengubah) kata sandinya dari teleponnya. jadi itu tidak terkunci.
"Dia membuat video untuk mengucapkan selamat tinggal kepada kita semua, dan berharap yang terbaik untuk semua orang.
Dia mengucapkan sampai jumpa dengan saudara-saudaranya, (para anjing penjaganya), dan semua teman-temannya. Dia (juga) memberi tahu mereka, 'Kalian tahu, Sampai jumpa di sisi lain!'" ucap ayah tiri Jordan, Charles seperti dilansir oleh CNN pada Rabu (8/3).[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 7Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 8Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini
- 10Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi



