Ayatollah Ali Khamenei: Perlawanan Harus Berlanjut hingga Sepenuhnya Bebas dari Tirani Musuh

AKURAT.CO, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menyatakan Garda Revolusi Iran dapat berperang melampaui perbatasan Iran. Pernyataan itu diungkapkan saat khotbah Jumat merespons serangan drone AS terhadap komandan Iran dan kerusuhan di dalam negeri terkait jatuhnya pesawat Ukraina.
Dalam khotbah Jumat pertama setelah delapan tahun, Khamenei juga menyatakan negara-negara Eropa tidak bisa dipercaya setelah mereka meluncurkan mekanisme perselisihan kesepakatan nuklir.
“Perlawanan harus berlanjut hingga kawasan sepenuhnya bebas dari tirani musuh,” tegas Khamenei merujuk pada AS.
Khamenei menegaskan kembali seruannya agar pasukan AS meninggalkan Irak dan Timur Tengah.
AS mundur dari kesepakatan nuklir pada 2018 dan kembali menerapkan sanksi pada Iran. Berbagai insiden pun semakin memanaskan hubungan antara kedua negara.
Presiden AS Donald Trump memerintahkan pembunuhan terhadap Komandan Pasukan Quds Qasem Soleimani di Irak. Iran kemudian membalas dengan meluncurkan rudal ke target AS di Irak.
“Fakta bahwa Iran memiliki kekuatan untuk memberi tamparan pada kekuatan dunia menunjukkan tangan Tuhan,” tegas Khamenei.
Dia menjelaskan, “Pasukan Quds adalah organisasi kemanusiaan dengan nilai-nilai manusiawi yang melindungi orang di penjuru kawasan. Mereka para pejuang tanpa perbatasan,”
Saat ketegangan muncul setelah serangan Iran ke Irak, Garda Revolusi Iran secara tak sengaja menembak jatuh pesawat Ukraina di pinggiran Teheran. Tragedi itu memicu protes di dalam negeri.
Trump mengirim twit dalam bahasa Persia dan Inggris untuk mendukung para demonstran Iran sehingga memicu respons dari Khamenei.
“Badut-badut Amerika yang berbohong dan mengatakan mereka bersama rakyat Iran harus melihat siapa rakyat Iran itu,” tutur Khamenei.
Khamenei menyerukan persatuan nasional dan menyatakan musuh-musuh Iran mencoba menggunakan tragedi pesawat Ukraina untuk mengalihkan perhatian dari pembunuhan Soleimani.
Khamenei menyebut kecelakaan itu sebagai tragedi dan menyerukan langkah untuk menjamin kejadian itu tak terulang. []
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai



