2 Oktober 1187: Salahuddin al-Ayubi Merebut Yerusalem dari Pasukan Salib

AKURAT.CO, Hari ini 832 tahun yang lalu, pasukan muslim di bawah kepemimpinan Salahuddin al-Ayyubi atau lebih populer dengan nama Saladin berhasil merebut Yerusalem dari pasukan salib. Setelah pengepungan dua minggu, pasukan besar Saladin memaksa penyerahan beberapa ksatria yang tersisa di Yerusalem dan mengakhiri hampir 90 tahun pemerintahan tentara salib pada 2 Oktober 1187.
Masalah di kalangan tentara salib sudah dimulai sejak adanya perselisihan internal di kalangan mereka tentang siapa yang berhak menjadi penguasa. Perselisihan itu telah ada di tingkat yang sangat parah, bahkan ketika pasukan tentara salib berbaris keluar untuk menemui Saladin. Faksi-faksi pasukan Kristen saat itu hampir saling menyerang satu sama lain. Dengan konflik internal seperti itu, Saladin memanfaatkan keadaan untuk merebut Yerusalem dengan mudah.
Sebelum merebut Yerusalem, Saladin menguasai satu per satu kota, total ada tujuh yang ia kuasai sepanjang bulan September pada masa itu. Ketika Saladin tiba di Yerusalem pada tanggal 20 September, hanya ada 14 ksatria di dalam kota itu, dengan 60 ksatria diwakili oleh Balian dari Ibelin. Balian adalah pemimpin de facto kota tersebut untuk mempertahankan ribuan orang yang hidup di dalamnya, setelah raja dan begitu banyak ksatria lainnya ditangkap di Hattin.
Ketika Saladin memulai negosiasi untuk mengakhiri pengepungan tanpa konflik, orang-orang Kristen menolak. Namun pada akhirnya Balian bertemu kembali dengan Saladin dengan harapan membuka kembali pembcaraan penyerahan diri untuk menyelamatkan rakyatnya.
Pada 2 Oktober 1187, Balian membuka gerbang untuk Saladin dan menyambut raja muslim tersebut ke Kota Suci Yerusalem. Selain menyerahkan kunci benteng, Balian membayar tebusan 30.000 bezant kepada para penakluk sehingga 7.000 penduduk Yerusalem bisa bebas. Sisanya, diberikan waktu satu bulan untuk mendapatkan 10 bezant untuk membebaskan 1 pria, 5 bezant untuk 1 wanita dan 1 bezant untuk anak-anak, atau mereka akan menjadi budak.
Salahuddin al-Ayyubi dikenal sangat toleran dibandingkan dengan para penguasa Yerusalem terdahulu. Saladin mengizinkan orang-orang Kristen untuk mengunjungi Yerusalem dan menjamin bahwa mereka tidak akan dilukai, bahkan bersusah payah untuk membebaskan budak-budaknya dalam pengepungan.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 24 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 4Prediksi Skor Roma vs Cagliari 28 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan Menang
- 5Materi Matematika TKA SMA 2026, Cek Kisi-Kisi dan Contoh Soal Terbaru
- 6Kalender Jawa 27 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pahing Dikenal Cerdas dan Banyak Akal
- 7Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 8Biaya Marketplace Makin Tinggi, Brand Lokal Mulai Mengandalkan Website Sendiri
- 9Silmy Karim Didakwa Terima Rp1,2 Miliar dari Pungli Dokumen Imigrasi
- 10KPK Ingatkan Nusron Wahid untuk Kooperatif dan Berharap Dukungan Penuh Pemerintah



