Akurat Logo

Kisah Para Istri Tahanan Perang Vietnam, Sekian Lama Diminta Bungkam oleh Pemerintah AS

Arrayyan Nurrochim | 4 April 2019, 14:10 WIB
Kisah Para Istri Tahanan Perang Vietnam, Sekian Lama Diminta Bungkam oleh Pemerintah AS

AKURAT.CO, Istri-istri tentara Amerika Serikat (AS) yang dinyatakan hilang atau menjadi tahanan perang akhirnya angkat bicara setelah sekian lama diminta untuk bungkam oleh pemerintah. Permintaan bungkam ini dahulu diperintahkan karena AS berusaha melakukan 'diplomasi sunyi' kepada Vietnam Utara yang kemudian rencana tersebut tidak berhasil.

Para istri tentara AS mengaku petugas pemerintah mendatangi rumah mereka untuk mengabarkan keadaan suami mereka yang hilang atau ditahan sekaligus meminta mereka untuk tidak memberitahu orang selain keluarga. Petugas bahkan mengancam akan mencelakai suami mereka atau bahkan mengeksekusi apabila mereka buka mulut.

Larangan buka mulut tidak mengurungkan tekad para wanita untuk mengirim surat kepada suami-suami mereka. Balasan yang mereka terima pun sengat mengejutkan, para prajurit menceritakan bagaimana inkompetensi pemerintah AS.

Lebih buruk lagi, presiden yang saat itu menjabat, Lyndon B. Johnson dan duta besarnya yang bertanggung jawab atas masalah-masalah tahanan perang yang disebut a prisoner of war (POW), Averell Harriman, keduanya tahu tentang penyiksaan yang meluas di antara para POW tetapi memilih untuk menutupinya karena malu atas kekalahan AS di Vietnam.

Berangkat dari fakta tersebut, para wanita akhirnya mendirikan Liga Nasional Keluarga Tahanan Amerika dan Hilang di Asia Tenggara pada tahun 1970.

Kelompok ini menggunakan kampanye menulis surat, stiker, brosur, pidato publik dan televisi untuk menyampaikan pesan mereka. Apa yang dilakukan para wanita ini meningkatkan kesadaran internasional tentang penyiksaan terhadap tawanan perang AS dan pelanggaran yang luas terhadap Konvensi Perang Jenewa secara teratur terjadi di kamp-kamp penjara Vietnam.

Segera setelah Richard Nixon terpilih sebagai presiden pada 1968, sikap pemerintah AS berubah secara dramatis. Sekretaris Baru Pertahanan Melvin Laird mendesak pemerintah untuk secara resmi menghentikan perintah 'tetap tenang' dan untuk memungkinkan keluarga POW-MIA untuk berbicara dengan dukungan pemerintah AS.

Pada 2016, salah satu istri POW, Helene Knapp ditemui oleh Senator John McCain menyatakan bahwa apa yang dilakukan para wanita tersebut telah membuat perbedaan signifikan terhadap perlakuan penjara Vietnam kepada para tentara AS.

“Perlakuan kami berubah secara dramatis. Itu berubah dari buruk, dalam kasus saya, kurungan isolasi untuk bersama 25 lainnya ... itu adalah keputusan yang dibuat oleh Politbiro. Itu tidak bertahap," ujar McCain, dilansir dari laman TIME, Kamis (4/4).

"Beberapa dari kita mungkin tidak hidup seandainya bukan karena perubahan perlakuan terhadap prajurit," lanjutnya.

Ditanya apakah bungkam adalah pilihan yang salah, McCain secara tegas mengaggukkan kepalanya.

Keberanian para istri tentara telah menyelamatkan banyak nyawa yang diabaikan oleh pemerintah saat itu.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.