PATRON: Indonesia Perlu Evaluasi Hubungan Diplomatik dengan Myanmar

AKURAT.CO, Direktur Studi Politik Pusat Traiing, Riset Sosial Politik (PATRON) Faisal Riza mengatakan, dibutuhkan sikap politik yang tegas dari Indonesia menyikapi tragedi kemanusiaan di Myanmar.
Menurut dosen sosial politik Universitas Islam Negeri (UIN) Sumut ini, sikap itu termasuk megevaluasi hubungan diplomatik antara Indonesia dengan Myanmar.
“Jika diperlukan, pulangkan Duta Besar Myanmar ke negaranya,” tegas Faisal kepada Akurat.co, Sabtu (2/9).
Sebelumnya Faisal menuturkan, Indonesia harus memainkan peran politik luar negeri yang bebas aktif. Menggalang dukungan dari negara-negara tetangga se Asia Tenggara adalah langkah yang tepat.
“Tekan pemerintah Myanmar untuk menghentikan genosida terhadap Rohingya,” pungkas Faisal.
Indonesia, sambung dia, bisa menjadi juru damai dalam konflik tersebut, karena dinilai cukup berpengalaman.
“Karena berpengalaman dalam mengatasi konflik dalam negeri secara elegan,” katanya.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 4Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 5ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 6Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 7Persija Terpaksa Jamu Java United di Bali, Terancam Pengurangan Poin Jika 4 Kali Musafir
- 8KPK Dikabarkan Gelar OTT di Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor
- 9Tak Ada Toleransi, Prabowo Perintahkan Cabut Izin dan Usut Pidana Korporasi Pelaku Karhutla
- 10Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler



