Pasukan Perdamaian Indonesia Shalat Id Bersama Imam Besar Lebanon

AKURAT.CO, Imam Besar Lebanon Selatan Syeh Abdullah Dakkour yang juga Wakil Mufti di daerah itu Shalat Idul Fitri 1438 Hijriah bersama pasukan perdamaian Indonesia yang bertugas dalam misi “United Nations Interim Force in Lebanon" (UNIFIL).
Komandan Indobatt (Indonesia Batalyon) XXIII-K Letkol Inf Yudi Gumilar mengatakan saat ibadah Shalat Id bersama seluruh prajurit Indobatt Syeh Abdullah Dakkour juga memberikan tausiah.
"Dalam tausiahnya Imam Besar dari Lebanon Selatan itu mengatakan bahwa Islam adalah rahmat bagi seluruh alam semesta," kata Yudi saat dihubungi, Minggu (25/6).
Syeh Abdullah Dakkour mengatakan bahwa umat muslim Indonesia adalah saudara bagi umat muslim Lebanon.
Hal ini tercermin dalam berbagai tugas perdamaian yang dilakukan oleh pasukan perdamaian khususnya Indobatt XXIII-K .
"Beliau mengatakan bahwa melalui misi UNIFIL umat muslim Lebanon banyak belajar tentang toleransi antarumat beragama dari prajurit TNI yang tergabung dalam UNIFIL," tuturnya mengutip ucapan Imam besar tersebut.
Lebih lanjut Yudi yang juga mantan Dansatgas Pamtas RI-Republik Demokrat Timor Leste (RDTL) sektor Barat itu menambahkan dalam Shalat Id yang digelar di Lapangan Soekarno Indobatt dipimpin oleh KH Abdurrahman Syah dari staf KBRI untuk Lebanon.
KH Abdurrahman Syah dalam khotbahnya menyampaikan tiga pesan mendalam dalam puasa Ramadhan kepada ratusan prajurit UNIFIL.
Pesan pertama adalah pesan moral yang diartikan bahwa selaku umat muslim harus mawas diri terhadap musuh utama yaitu hawa nafsu. Kedua, pesan sosial yang diartikan bahwa kepedulian umat muslim sesama manusia untuk saling tolong menolong.
"Kemudian yang terakhir adalah pesan jihad yang diartikan bahwa umat muslim untuk dapat mengendalikan diri dan mendorong terciptanya sebuah sistem sosial masyarakat yang lebih baik," ujarnya mengutip khutbah.
Usai mengelar Salat Id bersama, Komandan Indobatt XXIII-K Letkol Inf Yudi Gumilar menyalurkan zakat kepada warga fakir miskin di sekitar "Area Of Responsibility" (AOR) Indobatt sebagai bagian dari mempererat persaudaraan dengan warga di Lebanon.
Lebih lanjut ia menyampaikan pengalaman yang berbeda saat merayakan Idul Fitri untuk pertama kalinya di daerah misi.
Yudi yang juga pernah menjabat Komandan Yonif Raider Khusus 744/SYB yang bermarkas di Atambua, Kabupaten Belu itu menilai, itu merupakan sebuah pengalaman dan tugas yang harus diemban oleh seluruh pasukan UNIFIL dari Indonesia.
Mantan Dandim Timor Tengah Utara (TTU) tersebut juga mengatakan momen Idul Fitri juga sebagai sarana silaturahmi dan saling memaafkan serta mempererat tali kekeluargaan di antara sesama anggota.
"Hari kemenangan ini juga sebagai momentum meningkatkan motivasi pelaksanaan tugas sebagai penjaga perdamaian di Lebanon untuk menjaga nama harum bangsa Indonesia," kata Yudi.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.





