Dubes AS Sebut Kekerasan Pemukim Israel di Tepi Barat sebagai Aksi Teror

AKURAT.CO Duta Besar Amerika Serikat untuk Israel, Mike Huckabee, menyebut kekerasan yang dilakukan pemukim Israel ilegal terhadap warga Palestina di Tepi Barat sebagai bentuk “terorisme”. Pernyataan ini menjadi salah satu kritik paling tegas yang disampaikan pejabat AS terkait isu tersebut.
“Orang Israel juga bisa melakukan tindakan teror,” ujar Huckabee dalam wawancara dengan News Nation, Rabu. Ia menyebut pelaku kekerasan tersebut sebagai kelompok kecil, terutama anak muda yang “marah dan terabaikan”, dan menyebut mereka sebagai “preman”.
Huckabee membenarkan adanya peningkatan kekerasan pemukim terhadap warga sipil Palestina, yang ia sebut sebagai “aksi teror”. Ia menambahkan bahwa otoritas Israel tengah berupaya membawa para pelaku ke proses hukum.
“Mereka yang melakukan aksi teror, meskipun mereka warga Israel, akan merasakan konsekuensi hukum sepenuhnya,” katanya.
Sejak Oktober 2023, lebih dari 1.076 warga Palestina dilaporkan tewas dan 10.700 lainnya luka-luka akibat serangan tentara Israel dan pemukim ilegal di wilayah pendudukan. Selain itu, lebih dari 20.500 orang juga telah ditangkap.
Komisi Perlawanan Perbatasan dan Permukiman mencatat pemukim Israel telah melakukan 7.154 serangan terhadap warga dan properti Palestina di Tepi Barat dalam periode yang sama.
Terkait gencatan senjata di Gaza, Huckabee mengaku optimistis dengan perkembangan upaya kesepakatan tersebut, seraya menyebut situasinya sebagai “periode ketenangan yang luar biasa”.
Mengenai rencana penjualan jet tempur F-35 Amerika Serikat ke Arab Saudi, Huckabee menegaskan bahwa Israel tidak keberatan. Menurutnya, Israel memahami bahwa undang-undang AS tetap mensyaratkan keunggulan militer Israel di kawasan.
“Kami memiliki kesepakatan dengan Israel bahwa mereka harus memiliki superioritas militer di Timur Tengah. Saya yakin mereka percaya AS akan mematuhi itu,” ujarnya.
AS dan Arab Saudi sebelumnya menandatangani sejumlah perjanjian strategis selama kunjungan Putra Mahkota Mohammed bin Salman ke Washington, termasuk rencana penjualan jet tempur siluman F-35.
Presiden AS Donald Trump menyebut F-35 yang direncanakan untuk dijual ke Riyadh “hampir serupa” dengan model yang diberikan kepada Israel, dan menegaskan bahwa kedua negara merupakan sekutu penting bagi Washington.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Amanda Rigby Umur Berapa? Ini Profil, Pendidikan dan Kariernya
- 2Kalender Jawa 18 September 2026: Watak Weton Jumat Pon, Bijak dan Mudah Bergaul
- 3Persija Banding Sanksi Komdis PSSI, 2 Larangan Laga Kandang Jadi Sorotan
- 4Prediksi Skor Brentford vs Chelsea 19 September 2026: Duel Ketat, Apakah Akan Berakhir Imbang?
- 5Gara-gara Kembang Api di Hotel Pemain Persib, Persija Disanksi Tak Gelar 2 Laga di Kandang
- 6Kenapa Thailand Ingin Berantas Ikan Nila Hitam? Ini 5 Alasannya
- 7FIFA ASEAN Cup: PSSI Rilis 23 Pemain Timnas Indonesia, Jay Idzes dan Beckham Putra Absen
- 8Prediksi Skor Juventus vs NEC Nijmegen 18 September 2026: Siapa yang Akan Menang?
- 9Dana Reses dari Fee Percepatan Haji, BAP Gus Alex Ungkap Permintaan Pimpinan Komisi VIII
- 10PAN Potong Gaji Anggota Dewan, Rp8 Miliar Terkumpul untuk Bantu Korban Bencana








