Tiongkok Desak AS dan Jepang Tarik Sistem Rudal Typhon dari Latihan Militer di Jepang

AKURAT.CO Pemerintah Tiongkok mendesak Amerika Serikat dan Jepang untuk menarik sistem rudal Typhon yang baru pertama kali dipamerkan di Jepang dalam latihan militer gabungan “Resolute Dragon”. Pernyataan itu disampaikan Kementerian Luar Negeri Tiongkok pada Selasa (16/9) setelah sistem buatan AS tersebut diresmikan di Jepang.
Latihan Militer Resolute Dragon
Latihan militer Resolute Dragon dimulai pada Kamis (12/9) dan dijadwalkan berlangsung hingga 25 September, menurut Kementerian Pertahanan Jepang. Pasukan Bela Diri Jepang (JSDF) mengonfirmasi bahwa rudal jarak menengah Typhon dipamerkan untuk pertama kalinya selama latihan, meski tidak akan ditembakkan.
Kolonel Angkatan Darat AS Wade Germann menjelaskan bahwa Typhon adalah sistem berbasis truk dengan trailer yang bisa dioperasikan di medan sulit, sehingga memperkuat kemampuan pertahanan Jepang di tengah meningkatnya ketegangan keamanan kawasan.
Protes Keras dari Beijing
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Lin Jian, mengecam langkah tersebut.
“Amerika Serikat dan Jepang, mengabaikan kekhawatiran serius Tiongkok, bersikeras menempatkan sistem rudal jarak menengah Typhon di Jepang dengan dalih latihan bersama,” ujarnya dalam konferensi pers rutin.
“Tiongkok menyatakan ketidakpuasan mendalam dan menolak keras langkah ini,” tegas Lin.
Menurut Lin, penempatan Typhon oleh AS di Asia berpotensi memicu perlombaan senjata regional, meningkatkan risiko konfrontasi militer, dan mengancam stabilitas keamanan strategis di kawasan.
Fakta Sistem Rudal Typhon
Sistem rudal Typhon merupakan bagian dari program modernisasi senjata serangan presisi jarak jauh Angkatan Darat AS. Teknologi ini memanfaatkan rudal SM-6 dan rudal jelajah Tomahawk produksi Raytheon yang dimodifikasi untuk peluncuran dari darat. Dengan desain berbasis truk yang dilengkapi trailer, Typhon dapat ditempatkan di berbagai medan, termasuk area terjal yang sulit dijangkau.
Sistem Typhon sebelumnya sudah pernah dikerahkan di Filipina utara pada 2024 dalam latihan militer gabungan tahunan. Keunggulan inilah yang membuatnya dipandang sebagai salah satu sistem pertahanan jarak menengah paling fleksibel milik Amerika Serikat.
Respons Kawasan
Pemerintah Jepang menilai kehadiran Typhon dapat meningkatkan daya tangkal serangan bersenjata, terutama di tengah kondisi keamanan regional yang kian kompleks. Sementara itu, Filipina sempat memicu ketegangan dengan Beijing pada Desember 2024 ketika mengumumkan rencana mengakuisisi sistem rudal serupa untuk memperkuat keamanan maritimnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 6Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 7Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 8Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat







