Akurat Logo

India–Pakistan Gencatan Senjata: Operasi Militer Dihentikan Sementara

Arief Rachman | 13 Mei 2025, 23:34 WIB
India–Pakistan Gencatan Senjata: Operasi Militer Dihentikan Sementara

AKURAT.CO Setelah sepekan dilanda ketegangan militer intens, suasana di wilayah perbatasan India dan Pakistan mulai berangsur tenang pada Senin (12/5/2025), menyusul keberhasilan Amerika Serikat dalam memediasi gencatan senjata antara dua kekuatan nuklir Asia Selatan tersebut.

Dalam komunikasi tingkat tinggi melalui sambungan telepon, pimpinan militer India dan Pakistan mencapai kesepahaman untuk menghentikan segala bentuk aksi agresif, termasuk tembakan lintas batas.

Keduanya juga membahas langkah konkret untuk menurunkan jumlah pasukan di wilayah perbatasan dan menghindari eskalasi yang dapat memicu konflik terbuka.

Situasi yang sebelumnya genting kini perlahan mereda. India bahkan mengumumkan pembukaan kembali 32 bandara sipil di wilayah utara, termasuk di kawasan sensitif seperti Jammu dan Kashmir—menandakan stabilisasi keamanan di kawasan yang selama ini kerap memanas.

Ketegangan sebelumnya meledak setelah India melancarkan Operasi Sindoor pada 7 Mei.

Dalam operasi itu, jet tempur India menghantam sembilan lokasi yang diklaim sebagai basis teroris di wilayah Pakistan dan Kashmir yang dikelola Islamabad.

Baca Juga: Israel Gempur Gaza Usai Pembebasan Tentara Ganda AS-Israel, Sekolah Pengungsian Jadi Sasaran

Pakistan membalas serangan itu dengan rudal presisi ke 26 instalasi militer India, termasuk pangkalan udara di Jammu dan daratan utama India.

Data dari otoritas Pakistan menyebutkan, sedikitnya 33 orang tewas akibat serangan udara India.

Di sisi lain, New Delhi mengonfirmasi lima tentaranya gugur dalam operasi tersebut, namun mengklaim operasi itu telah mencapai seluruh target strategis.

Dalam pidatonya Senin malam, Perdana Menteri India Narendra Modi menegaskan bahwa India tidak akan membiarkan "pemerasan nuklir" menjadi taktik diplomatik.

Ia juga menolak pembahasan isu apa pun dengan Pakistan selain soal terorisme dan klaim atas Kashmir.

Ketegangan dipicu oleh insiden berdarah pada 22 April, ketika 26 orang—sebagian besar wisatawan—tewas dalam serangan di kawasan wisata Pahalgam, Kashmir yang dikuasai India.

New Delhi menyalahkan Islamabad atas tragedi itu, meskipun Pakistan membantah keras keterlibatannya dan bahkan mengusulkan penyelidikan internasional yang netral.

Konflik ini juga merembet ke ranah diplomasi. India secara sepihak menangguhkan Perjanjian Air Indus—pakta historis yang selama puluhan tahun menjadi penyeimbang isu sumber daya air antara kedua negara.

Meski situasi saat ini lebih kondusif, dunia masih memantau ketat dinamika hubungan kedua negara bertetangga ini.

Gencatan senjata mungkin menjadi jeda, namun perdamaian jangka panjang masih memerlukan komitmen lebih dalam dan langkah diplomasi nyata dari kedua belah pihak.

Baca Juga: Usai ‘Perang Tarif’ China-AS Mencair, Boeing Dapat Lampu Hijau dari Beijing

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.