Ketegangan Memanas, Iran Ancam Bakal 'Menghancurkan' Israel

AKURAT.CO Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, mengeluarkan ancaman 'tanggapan yang menghancurkan' terhadap Israel pada Sabtu (2/11/2024), menyusul serangan yang dilancarkan Israel ke wilayah Iran.
Sementara itu, Pentagon menyatakan akan menambah kehadiran militer di Timur Tengah, termasuk penempatan pesawat tempur dan kapal perang tambahan, untuk mendukung Israel dan melindungi kepentingan AS di kawasan tersebut.
Komentar ini menandai perubahan sikap Teheran, yang sebelumnya cenderung meredam ketegangan usai serangan Israel akhir bulan lalu.
Namun, dalam beberapa hari terakhir, sejumlah pejabat Iran mengisyaratkan sikap lebih tegas, dengan ancaman balasan yang serius terhadap tindakan Israel.
Peningkatan ketegangan ini berlangsung di tengah semakin seringnya bentrokan militer antara Iran dan Israel, yang berpotensi memicu konflik besar di kawasan.
Baca Juga: Iran - Israel Tegang, AS Tambah Kiriman Kapal Perang dan Pembom ke Timur Tengah
Iran dan Israel telah terlibat dalam rangkaian aksi saling serang, menarik dukungan dari sekutu masing-masing dan mengancam stabilitas regional.
Sebagai langkah antisipasi, Pentagon baru-baru ini memperpanjang kehadiran kelompok serangan kapal induk di Teluk Oman dan mengerahkan sistem pertahanan canggih ke Israel.
Menanggapi ancaman yang terus berkembang, Pentagon juga mengirim pesawat pembom jarak jauh B-52 dan sistem pertahanan udara THAAD serta menempatkan pasukan tambahan ke Israel.
Kedatangan pasukan AS di Israel ini merupakan pertama kalinya sejak konflik Gaza yang dipimpin Hamas meletus pada Oktober lalu.
Upaya diplomatik dari AS melalui pengiriman utusan kunci, termasuk direktur CIA, belum membuahkan hasil dalam menenangkan situasi.
Pertempuran antara Israel dan Hamas di Gaza serta dengan Hizbullah di Lebanon terus berlangsung tanpa henti.
Dikutip dari Nytimes.com, Senin (4/11/2024), serangan terbaru dari Israel pada Sabtu menewaskan puluhan warga di Lebanon, sementara Hizbullah membalas dengan roket yang menargetkan wilayah Israel utara.
Ketegangan terus memanas, dengan serangan yang semakin sering terjadi dan melibatkan kawasan padat penduduk di kedua negara.
Konflik ini memperlihatkan eskalasi yang signifikan, di mana Hizbullah, sebagai sekutu Iran, semakin intensif melancarkan serangan terhadap Israel sebagai bentuk solidaritas terhadap Hamas di Gaza.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 2Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 3Jubir KPK: Kepala Kantor BPN Mojokerto adalah Istri dari Dirjen Kementerian ATR/BPN Lampri
- 4Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 5Prediksi Italia vs Belgia 26 September 2026: Skor, H2H, Starting XI, dan Semua Prediksi
- 6Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 7Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 8Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 9Menag Pimpin Salat Jenazah, Rano Karno Sampaikan Pesan Keluarga untuk Guruh Soekarnoputra
- 10Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla








