Akurat Logo

Diguncang Gempa hingga 7,3 SR, Sikap Tenang Penduduk Taiwan Jadi Sorotan

Rizky Dewantara | 3 April 2024, 18:39 WIB
Diguncang Gempa hingga 7,3 SR, Sikap Tenang Penduduk Taiwan Jadi Sorotan

 

AKURAT.CO Gempa berkekuatan 7,3 skala richter (SR) melanda Pantai Timur Taiwan pukul 7.58 pagi, Rabu (3/4/2024). Berdasarkan laporan, sebanyak empat orang tewas dan 97 luka-luka akibat dari peristiwa alam tersebut.

Menurut Biro Cuaca Pusat, pusat gempa berada di perairan sekitar 25 km (15,5 mil) selatan wilayah timur Hualien dan 138 km dari Taipei. Bahkan peringatan tsunami telah dikeluarkan di pulau tersebut serta di daratan Tiongkok dan wilayah lain di kawasan ini.

Melalui rekaman media lokal yang dikutip dari SCMP, nampak gedung-gedung terguncang hebat selama satu menit sebelum ambruk serta warga yang berlarian sambil berteriak. Tiga pejalan kaki tewas tertimpa batu di jalur Dekalun yang terkenal di Taman Nasional Taroko di Hualien.

Baca Juga: Gempa 7,3 SR Guncang Taiwan hingga Muncul Peringatan Tsunami, yang Terbesar Sejak 1999

Selain peristiwa gempa, sikap tenang warga Taiwan juga ikut jadi sorotan. Dari berbagai video yang tersebar di media sosial, meski terjadi gempa tidak terlihat warga yang berhamburan dan berlarian menyelamatkan diri.

Bahkan, mereka memilih berdiam diri di tempatnya sampai guncangan berhenti. Ada yang diam di dalam bus hingga di atas sepeda motor.

Seperti video yang diunggah akun instagram @unexplnd, terlihat detik-detik sebelum terjadinya gempa. Saat terjadi guncangan, beberapa mobil dan bus langsung mnghentikan laju kendaraan.

Bahkan, penumpang bus tetap duduk di tempatnya sambil berpegangan, sesekali menunduk karena guncangan yang terlalu kencang. Tak hanya itu, di jalan pun tak terlihat warga yang berlarian.

Presiden Taiwan Tsai Ing-wen menyatakan keprihatinannya atas kerusakan tersebut dan meminta militer untuk mendukung pemerintah di Hualien dan tempat lain di pulau tersebut dalam misi penyelamatan. Wakil Presiden William Lai Ching-te, yang terpilih sebagai pemimpin pulau itu pada bulan Januari, meminta masyarakat untuk berhati-hati dan tetap tenang. Dia mengatakan, pemerintah telah membuka pusat darurat untuk menangani bencana tersebut.

Baca Juga: Gempa Besar Maret

Gempa tersebut merupakan bencana terbesar yang melanda pulau itu sejak tahun 1999 ketika gempa berkekuatan 7,6 SR menewaskan sekitar 2.400 orang dan merusak 50.000 bangunan dalam salah satu gempa terburuk yang tercatat di Taiwan.

Berdasarkan laporan China News, Kantor Dewan Negara Urusan Taiwan di Beijing telah menawarkan bantuan bencana kepada pulau tersebut. Namun, Taiwan belum menanggapi tawaran tersebut.

Dampak dari gempa bahkan dapat dirasakan hingga Jepang dan lepas pantai timur daratan Tiongkok, termasuk di Shanghai, Suzhou, Shenzhen, Guangzhou, dan Shantou.

Pusat Peringatan Tsunami di daratan Tiongkok di bawah Kementerian Sumber Daya Alam mengeluarkan peringatan tsunami tingkat 1 atau peringatan merah yang merupakan tingkat tertinggi dari empat tingkat dan memperkirakan akan ada kerusakan lebih lanjut di daerah sekitar Hualien, termasuk bagian timur Taipei.

Badan Meteorologi Jepang mengeluarkan peringatan tsunami untuk Pulau Miyako dan pulau utama Okinawa sekitar pukul 8 pagi, dengan tinggi gelombang diperkirakan mencapai 3 meter, NHK melaporkan.

Satu jam kemudian, Manila juga mengeluarkan peringatan tsunami dan memerintahkan evakuasi wilayah pesisirnya, menurut Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina. Gempa susulan berkekuatan 7 SR diperkirakan akan terjadi dalam beberapa hari ke depan ungkap Biro Cuaca Pusat pulau itu.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.