Siapa Itu ISIS-K dan Mengapa Menyerang Konser di Rusia Hingga Memakan Ratusan Korban Jiwa? Simak Penjelasan Berikut

AKURAT.CO Rusia kini ditandai dengan pengibaran bendera setengah tiang sebagai ekspresi berkabung nasional karena adanya serangan terorisme yang menyerang ribuan penonton konser rock di Moskwa, pada Jumat (22/3/2024) kemarin.
Akibat serangan teroris tersebut, jumlah korban tewas telah mencapai minimal 140 orang dan lebih dari 150 orang lainnya juga mengalami luka-luka.
“Saya menyampaikan belasungkawa yang mendalam dan tulus kepada semua orang yang kehilangan orang yang mereka cintai. Negara dan seluruh rakyat berduka bersama Anda,” ungkap Presiden Rusia, Vladimir Putin yang dikutip dari Reuters.
Insiden penyerangan ini merupakan kasus serangan paling fatal yang pernah terjadi di Rusia sejak pengepungan sekolah Beslan pada tahun 2004.
Presiden Vladimir Putin berkomitmen untuk menemukan dan menghukum semua pelaku yang terlibat dalam serangan tersebut.
Lebih lanjut, ISIS-K atau Islamic State Khorasan, mengklaim bertanggung jawab atas insiden tersebut.
Klaim ini telah diverifikasi oleh intelijen Amerika Serikat (AS) dan pejabat AS secara khusus mengaitkannya dengan ISIS-K.
Baca Juga: ISIS Klaim Bertanggung Jawab atas Serangan Mematikan di Iran
Lantas, siapa itu ISIS-K dan mengapa sering menyerang Rusia? Simak berikut penjelasannya.
Siapa itu ISIS-K?
ISIS-K atau Islamic State Khorasan Province adalah kelompok pemberontak beraliran Sunni transnasional yang beroperasi terutama di wilayah Afghanistan, Iran, Turkmenistan, dan sekitarnya.
Mereka memiliki akar pada perang Irak tahun 2003-2011 dan telah menjadi ancaman serius bagi stabilitas di wilayah tersebut.
Pada tahun 2021, ISIS-K terlibat dalam serangan bom bunuh diri di Bandara Internasional Kabul dan menjadi dalang serangan bom di Kedutaan Besar Rusia di Kabul pada September 2022.
Taliban telah aktif melawan ISIS-K di Afghanistan, karena melihatnya sebagai ancaman terhadap upaya mereka untuk memerintah.
Lantas, mengapa ISIS-K seringkali menyerang Rusia?
Dikutip dari The New York Times, Selasa (26/3/2024), kelompok penelitian yang berbasis di New York, Colin Clarke dari Soufan Center, membeberkan sebab ISIS-K sering menyerang Rusia.
ISIS-K telah fokus pada Rusia selama dua tahun terakhir dan juga sering mengkritik Putin dalam propaganda mereka.
Mereka memandang Rusia terlibat dalam kegiatan yang mereka anggap menindas umat Islam.
Selain itu, ISIS-K juga melibatkan sejumlah militan dari Asia Tengah yang memiliki keluhan mereka sendiri terhadap Moskwa.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









