Akurat Logo

Incar Pemilih Anak Muda, Joe Biden Resmi Gabung TikTok Jelang Pilpres AS

Shalli Syartiqa | 12 Februari 2024, 21:59 WIB
Incar Pemilih Anak Muda, Joe Biden Resmi Gabung TikTok Jelang Pilpres AS

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat Joe Biden bergabung di platform media sosial TikTok dengan akun @bidenhq, menjelang Pemilihan Presiden AS yang akan berlangsung pada November tahun ini.

Joe Biden mengunggah video yang durasi 26 detik, Minggu (11/2/2024).

Dalam video tersebut, Biden menjawab pertanyaan-pertanyaan mulai dari tim favoritnya di Liga Sepak Bola Amerika (NFL) hingga perbandingan antara dirinya dan Trump.

Saat ditanya apakah ia lebih memilih menonton pertandingan Super Bowl atau acara ekshibisi yang dipimpin oleh penyanyi terkenal Usher, Biden memilih untuk menyaksikan pertandingan sebenarnya.

Terkait dengan pertanyaan mengenai rencana rahasia yang mungkin melibatkan dukungan dari penyanyi terkenal Taylor Swift, Presiden Biden merespons dengan guyonan mengenai teori konspirasi sayap kanan yang tidak memiliki dasar yang kuat.

"Saya bermasalah jika kuberitahu Anda," jelas Biden dalam video unggahannya.

Meskipun media sosial TikTok telah menjadi sasaran kritik yang keras dari pemerintah AS, terutama dari Partai Republik, Presiden Biden memutuskan untuk membuat akun di platform tersebut.

Dikutip dari The Guardian, TikTok yang dimiliki oleh perusahaan ByteDance, telah dituduh oleh sejumlah politikus AS sebagai alat propaganda bagi pemerintah China.

Baca Juga: Debat Ketiga Pilpres 2024 Dianggap Serang Personal, Ternyata Donal Trump dan Joe Biden Lebih Brutal

Meski begitu, ByteDance membantah tudingan tersebut dan menyatakan bahwa tidak ada bukti yang mendukung klaim tersebut.

Sebelumnya, beberapa negara bagian AS telah melarang penggunaan aplikasi TikTok dengan alasan keamanan nasional.

Sementara itu, pemerintah federal di Washington tampaknya tidak akan memberlakukan larangan terhadap TikTok setelah melakukan pengawasan yang ketat terhadap aplikasi tersebut.

 

 

Seorang pengacara hak asasi manusia, David Green, menyatakan bahwa wacana larangan TikTok oleh pemerintah Washington memiliki nuansa politis yang kuat.

Presiden Biden, yang saat ini berusia 81 tahun, disebut-sebut ingin mencapai pemilih dari kalangan generasi muda dengan menggunakan platform TikTok.

Namun demikian, Biden sendiri saat ini harus menghadapi persaingan dari para pesaingnya dalam kaukus Partai Demokrat untuk memperebutkan pencalonan presiden pada tahun 2024.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.