Akurat Logo

Update Terkini, Israel Bebaskan Dua Sandera Namun 37 Warga Palestina Jadi Korban Serangan Udara di Rafah

Sulthony Hasanuddin | 12 Februari 2024, 15:18 WIB
Update Terkini, Israel Bebaskan Dua Sandera Namun 37 Warga Palestina Jadi Korban Serangan Udara di Rafah

AKURAT.CO Israel melancarkan operasi khusus yang berhasil membebaskan dua sanderanya di tengah serangan udara di Rafah pada Senin (12/2/2024) pagi waktu setempat.

Dua sandera itu diidentifikasi sebagai warga Israel bernama Fernando Simon Marman (60) dan Louis Hare (70).

Kedua pria tersebut diculik oleh Hamas dari Kibbutz Nir Yitzhak pada 7 Oktober, kata Militer Israel.

Baca Juga: Sosok Alifia Soeryo, Mahasiswa WNI yang Meninggal Dunia Usai Tertimpa Pohon 10 Ton di Australia

"Itu adalah operasi yang sangat kompleks. Kami telah lama mengerjakan operasi ini dan menunggu kondisi yang tepat," jelas Juru Bicara Militer Israel, Letkol Richard Hecht.

Para sandera ditahan di lantai dua sebuah gedung yang dibobol dengan bahan peledak selama penggebekan yang menyebabkan baku tembak sengit dengan gedung-gedung di sekitarnya, lanjut Hecht.

"Saya sangat senang mengumumkan bahwa malam ini dua sandera yang dibebaskan mendarat di Pusat Medis Sheba dan sedang melakukan pemeriksaan awal di IGD," kata Prof. Arnon Adek di RS Umum Sheba.

Namun di sisi lain, pejabat kesehatan Gaza melaporkan 37 orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka dalam serangan itu.

Serangan pagi tadi diketahui merupakan operasi gabungan oleh Pasukan Pertahanan Israel (IDF) dengan Dinas Keamanan Domestik Israel Shin Bet dan Unit Polisi Khusus di Rafah.

Baca Juga: VIRAL, Mahasiswa WNI Tewas Tertimpa Pohon 10 Ton di Australia, Warganet: Innalillahi Rest in Peace

Dikatakan bahwa serangan udara yang dilakukan bertepatan dengan serangan yang memungkinkan pasukan Israel ditarik.

Serangan udara pagi menyebabkan kepanikan yang meluas di Rafah karena banyak orang tertidur ketika serangan dimulai, beberapa pihak juga khawatir bahwa Israel telah memulai serangan daratnya ke Rafah.

Pesawat, tank, dan kapal Israel ikut serta dalam serangan tersebut yang menyebabkan dua masjid dan beberapa rumah hancur.

Baca Juga: Rekomendasi 10 Nama Bayi Laki-laki yang Lahir di Bulan Sya'ban

Hamas dalam sebuah pernyataan menanggapi serangan di Rafah sebagai kelanjutan dari perang genosida dan upaya pemindahan paksa yang dilakukan Israel terhadap rakyat Palestina.

Aqsa Television yang mengutip seorang pemimpin senior Hamas mengatakan setiap serangan darat di Rafah akan "meledakkan" perundingan pertukaran sandera.

Baca Juga: Jejak Karir dan Profil Zainal Arifin Mochtar, Ahli Tata Hukum Negara yang Jadi Pemeran Film Dirty Vote

Badan-badan bantuan juga mengatakan serangan terhadap Rafah akan menjadi bencana besar sebab wilayah itu merupakan tempat terakhir yang relatif aman di wilayar Gaza yang sudah hancur akibat serangan militer Israel.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.