Akurat Logo

Gegara Elon Musk Dukung Israel, Netizen Indonesia Ramai-ramai Suarakan Blokir X Di Medsos

Rahmat Ghafur | 29 November 2023, 23:00 WIB
Gegara Elon Musk Dukung Israel, Netizen Indonesia Ramai-ramai Suarakan Blokir X Di Medsos

AKURAT.CO Blokir X menjadi trending topik di Indonesia. Hal ini lantaran Elon Musk menyampaikan dukungan terhadap Israel dalam konflik melawan Hamas pada Senin (27/11/2023).

Seruan blokir X menjadi perbincangan netizen Indonesia usai Elon Musk berbincang dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, melalui fitur Space di aplikasi X.

Elon menyetujui langkah Israel untuk melawan Hamas serta menyerukan penghentian propaganda yang kini sedang terjadi di tengah konflik Israel dan Palestina. Netizen Indonesia langsung menyerukan blokir X.

Padahal sebelumnya, netizen Indonesia telah menaruh simpati pada Elon Musk sebagai tokoh industri ternama karena memberikan pernyataan bahwa akan membantu koneksi internet di Jalur Gaza.

Baca Juga: Final BWF: Dianggap Lolos 'Gratisan', Bagas-Fikri Ogah Pusing dan Fokus Kejar Poin Olimpiade

Namun, itu sudah tidak berlaku semejak Elon Musk mendukung Israel. Bahkan netizen Indonesia menyerukan seruan blokir terhadap aplikasi X yang dimiliki oleh Elon Musk itu. 

Hal ini terlihat dari tagar blokir X menjadi trending di berbagai media sosial, menyusul pernyataan dan tindakan kontroversial terbaru yang dilakukan oleh miliarder dan tokoh industri teknologi tersebut.

Tidak tinggal diam, netizen Indonesia lainnya segera merespons dengan seruan boikot terhadap aplikasi X. Mereka tentunya tidak setuju dan merasa kecewa terhadap pandangan Elon Musk yang dianggap kontroversial.

Namun, muncul pertanyaan terkait efektivitas boikot tersebut. Sebagian netizen berpendapat bahwa Elon Musk memiliki pengaruh global yang sangat besar, dan boikot terhadap aplikasi X mungkin tidak memberikan dampak signifikan.
 
 
Beberapa bahkan menyebutkan bahwa keberhasilan boikot bergantung pada jumlah pengguna di Indonesia dan dampak langsung terhadap bisnis Elon Musk.

Kontroversi ini bukan kali pertama Elon Musk menjadi pusat perhatian publik. Sebelumnya, ia telah terlibat dalam beberapa insiden kontroversial, termasuk pernyataan di media sosial yang dianggap mendukung anti-semitisme. 
 
Netizen Indonesia menyampaikan kebingungan mereka terkait konsistensi pandangan Elon Musk yang tampak berubah-ubah.

Sebelum mendukung Israel, Elon Musk pernah menunjukkan simpati kepada rakyat Palestina, bahkan berencana membantu menyediakan akses internet di Gaza melalui proyek Starlink.
 
Perubahan sikapnya kembali menimbulkan pertanyaan, apakah ini hanya respons terhadap tekanan tertentu atau adanya perubahan pemahaman atau informasi baru yang memengaruhi pandangannya.
 
Baca Juga: Permintaan RUPSLB Tak Direspons, Pemegang Saham Okinawa Sushi Minta OJK Turun Tangan

Dalam menghadapi seruan boikot, Elon Musk belum memberikan tanggapan resmi. Justru, beberapa netizen mempertanyakan sejauh mana boikot dapat memengaruhi Elon Musk dan bisnisnya.
 
Meskipun beberapa percaya bahwa ini adalah langkah yang perlu diambil sebagai bentuk protes, serta kekecewaan terhadap keputusan yang Elon Musk ambil.

Menurut informasi, Elon Musk akan dijadwalkan untuk bertemu dengan Presiden Israel, Isaac Herzog.
 
Pertemuan ini diharapkan membahas tindakan konkret untuk mengatasi ujaran kebencian terhadap kaum Yahudi di aplikasi X.
 
Herzog ingin Musk terlibat dalam menanggulangi isu ini, mengingat pengaruh besar Elon Musk terhadap platform tersebut.
 
Baca Juga: Piala AFC: Jebol Stallion Laguna Lima Gol di Gianyar, Bali United Jaga Peluang ke Fase Gugur

Meskipun,kontroversi terkait pernyataan Elon Musk dan seruan boikot terhadap aplikasi X menciptakan tantangan baru di ranah media sosial. Netizen Indonesia menantikan tanggapan resmi dari Elon Musk terkait sikap dan pandangannya yang berubah-ubah.

Meskipun seruan boikot menjadi bentuk protes dari netizen, pertanyaan mengenai efektivitasnya masih mengemuka.
 
Tampaknya, netizen dan pengguna media sosial kini menantikan langkah-langkah selanjutnya dari Elon Musk dan apakah pandangannya akan konsisten atau terus berubah dalam menghadapi isu-isu global yang kompleks.
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.