Derita Tak Berujung Warga Gaza, Jalani Operasi Tanpa Obat Bius Di Luar Ruangan

AKURAT.CO Kebengisan serangan Israel ke wilayah Gaza sejak Sabtu (7/10/2023) terus berlangsung hingga saat ini. Israel tak hanya membuat sengsara warga Gaza dengan serangan militernya, namun juga dengan berbagai upaya keji lainnya seperti propaganda informasi dan penghentian distribusi kebutuhan primer di Gaza.
Sejak Minggu (9/10/2023) Israel telah melakukan blokade terhadap wilayah Gaza. Blokade ini menghentikan seluruh distribusi pasokan kebutuhan warga Gaza, seperti pangan, air, listrik, BBM, dan kebutuhan medis. Hal ini berdampak pada krisis kemanusiaan di Gaza yang kian bertambah parah.
Di tengah serangan Israel yang bertubi-tubi menargetkan penduduk lokal hingga memakan korban ribuan jiwa, derita warga Gaza justru kian bertambah mengerikan ketika rumah sakit tak mampu lagi memberikan pengobatan yang layak pada mereka.
Baca Juga: Israel Terus Bombardir Gaza, Update Terkini Sedikitnya 4.600 Orang Tewas Akibat Perang
Penghentian distribusi kebutuhan warga Gaza di tengah banyaknya korban jiwa, membuat rumah sakit tak lagi memiliki pasokan obat-obatan dan perlengkapan medis yang memadai untuk merawat korban serangan Israel.
Hal ini membuat para dokter dan perawat di Gaza pun terpaksa memutar otak, mencari alternatif lain untuk mengobati warga Gaza. Alternatif untuk menutupi kekurangan kebutuhan medis itu terpaksa dilakukan meski memiliki resiko medis lainnya.
Kurangnya kebutuhan medis, membuat warga Gaza terpaksa melakukan operasi tanpa anestesi atau pembiusan. Bahkan proses operasi dilakukan di luar ruangan.
"Tidak ada ruang operasi lagi karena banyaknya korban jiwa. Para dokter mencoba melakukan operasi di koridor rumah sakit tanpa anestesi apa pun," kata Dokter darurat di Rumah Sakit Al Shifa, Gaza, Mohamed Ghanem.
Tak hanya itu, petugas medis pun terpaksa membungkus luka dengan pakaian, menggunakan cuka rumah tangga untuk desinfektan yang mengakibatkan stok cuka di Gaza habis, membersihkan luka dengan garam dan air yang tercemar karena terputusnya aliran air, bahkan menggunakan jarum jahit untuk menjahit luka.
Stok antibiotik yang kian menipis juga memaksa petugas medis hanya memberikan satu pil kepada pasien yang menderita infeksi bakteri para. Padahal, antibiotik seharusnya diberikan dengan dosis yang tidak bisa sembarangan karena akan memiliki risiko yang lebih besar.
Kurangnya kebutuhan medis ini diperparah dengan terhentinya aliran listrik di Gaza yang juga membuat rumah sakit tak lagi memiliki listrik untuk menunjang kegiatan di rumah sakit.
Baca Juga: Rupiah Sentuh Rp15.933 Usai Mesir Kirimkan Bantuan Ke Gaza
Disamping itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengklaim telah mengirim 20 truk bantuan obat-obatan dan pasokan medis ke Gaza. Namun kebutuhan itu tak langsung sampai ke Gaza karena tertahan oleh blokade Israel.
Bantuan kebutuhan warga Gaza baru diperbolehkan masuk pada Sabtu (21/10/2023). Namun baru diperbolehkan 20 truk yang masuk. Kemudian bantuan kedua masuk ke Gaza pada Senin (23/10/2023) berupa 17 truk bantuan.
Namun bantuan itu masih dikatakan kurang karena berdasarkan perkiraan PBB, wilayah Gaza yang memiliki 2,4 juta penduduk itu setidaknya membutuhkan 100 truk bantuan perhari, mengingat situasi bencana kemanusiaan yang kian mengerikan.
Hingga Minggu (22/10/2023), korban tewas di Gaza mencapai 4.651 orang, sementara 14.254 orang lainnya terluka. Kementerian Kesehatan Palestina juga mencatat 93 warga Palestina di Tepi Barat pun tewas akibat serangan Israel.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









