Akurat Logo

Proyek Ambisius NASA Bangun Rumah Di Bulan Tahun 2040

Eko Krisyanto | 4 Oktober 2023, 13:13 WIB
Proyek Ambisius NASA Bangun Rumah Di Bulan Tahun 2040

AKURAT.CO Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat atau National Aeronautics and Space Administration (NASA) tak henti-hentinya membuat gebrakan baru yang kerap dinilai tak masuk akal. 

Kali ini NASA muncul dengan membuat heboh publik terkait rencana membangun rumah di Bulan. Pembangunan rumah di Bulan yang disebut Proyek Olympus itu rencananya akan direalisasikan pada 2040 mendatang.

Dalam membangun proyek rumah di Bulan, NASA digadang-gadang akan menggunakan teknologi printer 3D. Nantinya printer 3D itu akan dikirim ke Bulan menggunakan roket.

Baca Juga: 8 Tanaman Hias Penyaring Polusi, Direkomendasikan NASA Kaya Manfaat 

Printer 3D itu nantinya akan membangun struktur perumahan berlapis-lapis menggunakan beton Bulan khusus yang dibuat dengan komponen permukaan Bulan. Permukaan Bulan sendiri berbentuk kawah-kawah yang terdiri dari pecahan mineral. 

Pecahan mineral yang dikenal sebagai pecahan batu itu terdiri dari bongkahan berbagai ukuran yang membuat permukaan Bulan sangat berdebu dan kasar. Debu ini akan mengepul jika diganggu dan menjadi awan berbahaya yang beracun bila terhirup manusia.

Namun demikian, banyak ilmuwan yang mengatakan jika digunakan dengan tepat, debu itu bisa bermanfaat sebagai beton yang nantinya berguna untuk pembuatan rumah di Bulan. Teorinya, penggunaan bahan material dari Bulan akan membuat struktur bangunan tidak terlalu rentan terhadap debu tajam dan beracun yang beredar di permukaan Bulan.

Baca Juga: Kapsul Orion Pulang ke Bumi dengan Selamat, NASA Lanjutkan Rencana Kirim Manusia ke Bulan

Meski NASA mengaku akan menggunakan teknologi printer 3D, namun penggunaannya di luar angkasa memiliki tantangan tersendiri.

Oleh karena itu, semua peralatan yang hendak digunakan di Bulan harus melalui pengujian ketat di Bumi untuk memastikan kemampuannya bertahan di lingkungan Bulan. 

Pengujian ketahanan printer 3D akan dilakukan oleh Marshall Space Flight Center. Pusat ini memiliki lebih dari selusin ruang pengujian yang mana berbagai komponen bangunan terkena radiasi dan kondisi vakum termal yang serupa dengan yang ditemui di luar angkasa.

Meski proyek Olympus terbilang ambisius, namun para ilmuwan mengatakan langkah ini sudah berada di jalur yang tepat dengan menggandeng ICON, perusahaan yang membangun lebih dari 400 rumah di Austin menggunakan beton dengan printer 3D. 

Baca Juga: Luncurkan Misi Artemis, NASA: Manusia Dapat Hidup di Bulan Dekade Ini

ICON diketahui telah bekerja sama dengan NASA sejak 2020 dan di 2022 menerima USD57 juta atau sekitar Rp888,9 miliar untuk membangun sistem konstruksi yang menggunakan sumber daya dari Bulan dan Mars sebagai bahan bangunan.

Terkait kebutuhan futuristik lainnya seperti kursi, meja, tempat tidur dan sebagainya untuk rumah di Bulan, Jennifer Edmunson ahli geologi utama Marshall Space Flight Center mengatakan akan berkolaborasi dengan universitas dan perusahaan swasta untuk mengembangkan furnitur dan desain interior yang ramah di Bulan. 

NASA juga telah bekerja sama dengan peneliti Universitas Stanford untuk mengekstraksi mineral tertentu dari tanah sintetis di bulan untuk membuat berbagai ubin berwarna, seperti hijau, abu-abu, dan putih, dengan potensi penerapan yang meluas ke dapur dan kamar mandi di dalam habitat luar angkasa.

Pembuatan rumah di Bulan ini ditujukan untuk para astronot. Namun tak menutup kemungkinan akan dimanfaatkan juga untuk masyarakat umum. 

Pembicaraan mengenai tempat tinggal di Bulan dan planet-planet lainnya sendiri sudah berlangsung bertahun-tahun, namun hingga saat ini belum ada yang terealisasikan. (Adinda Shafa Afriasti)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
W
Editor
Wahyu SK