3 Penjelasan Terkait Rencana Pelepasan Air Fukushima Oleh Jepang
AKURAT.CO Beberapa penjelasan terkait rencana pelepasan air Fukushima oleh Jepang menjadi perhatian publik.
Hal tersebut lantaran kabar yang diberikan oleh Pemerintah Jepang akan pelepasan lebih dari satu juta ton air yang telah diolah dari pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima Daiichi pada 24 Agustus nanti.
Menurut Jepang, air tersebut sudah disuling setelah terkontaminasi akibat kontak dengan batang bahan bakar di reaktor yang hancur akibat gempa bumi tahun 2011.
Tangki-tangki di lokasi tersebut kini menampung sekitar 1,3 juta ton air radioaktif atau cukup untuk mengisi 500 kolam renang ukuran Olimpiade.
Penjelasan Terkait Rencana Pelepasan Air Fukushima
Berikut ini beberapa penjelasan rencana pelepasan air Fukushima serta rencana Tokyo Electric Power Company (9501.T) (Tepco) selaku badan terkait untuk mengatasinya, dirangkum Selasa (22/8/2023).
1. Pelepasan air Fukushima
Tokyo Electric Power Company (Tepco) telah menyaring air yang terkontaminasi untuk menghilangkan isotop, sehingga hanya menyisakan tritium dengan isotop radioaktif hidrogen yang sulit dipisahkan.
Tepco akan mengencerkan air hingga kadar tritium turun di bawah batas yang ditetapkan sebelum memompanya ke laut dari lokasi pantai.
Air yang mengandung tritium secara rutin dilepaskan dari PLTN di seluruh dunia dan pihak berwenang mendukung penanganan air Fukushima dengan cara ini.
Tritium sendiri dianggap relatif tidak berbahaya karena radiasinya tidak cukup energik untuk menembus kulit manusia.
Namun menurut sebuah artikel di Scientific American pada tahun 2014, jika tertelan pada tingkat di atas tingkat yang ada di dalam air yang dibuang, hal itu dapat meningkatkan risiko kanker.
Pembuangan air akan memakan waktu puluhan tahun untuk menyelesaikannya dengan penyaringan dan pengenceran yang berkelanjutan dibarengi dengan rencana penonaktifan PLTN.
2. Keselamatan akan rencana pelepasan air Fukushima
Jepang dan organisasi-organisasi ilmiah mengatakan bahwa air yang dibuang aman, tetapi para aktivis lingkungan berpendapat bahwa semua dampak yang mungkin terjadi belum diteliti.
Jepang menambahkan bahwa mereka harus mulai melepaskan air karena tangki penyimpanan sudah penuh.
Badan Energi Atom Internasional (IAEA) atau pengawas nuklir PBB, memberikan lampu hijau untuk rencana tersebut dengan mengatakan bahwa rencana telah memenuhi standar internasional.
Seraya menambahkan bahwa dampaknya terhadap manusia dan lingkungan dapat diabaikan.
Di sisi lain, Greenpeace mengatakan bahwa risiko radiologi belum sepenuhnya dinilai juga dampak biologis dari tritium, karbon-14, strontium-90 dan yodium-129 (yang akan dilepaskan bersama air) telah diabaikan.
Menurut Tepco, proses penyaringan akan menghilangkan strontium-90, yodium-129 dan konsentrasi karbon-14 dalam air yang terkontaminasi jauh lebih rendah daripada standar peraturan untuk dibuang.
Menambahkan bahwa tingkat tritium dalam air akan berada di bawah tingkat yang dianggap aman untuk diminum berdasarkan standar Organisasi Kesehatan Dunia.
"Sementara itu, tidak ada negara manapun yang meminum air yang dikeluarkan dari fasilitas nuklir," kata misi Jepang untuk Badan Energi Atom Internasional pekan lalu.
Dalam sebuah dokumen tertulus bahwa Pemerintah Jepang akan mengambil langkah-langkah yang tepat, termasuk penghentian segera pembuangan jika terdeteksi adanya konsentrasi bahan radioaktif yang sangat tinggi.
Pemerintah Korea Selatan telah menyimpulkan dari studinya sendiri bahwa pelepasan air tersebut memenuhi standar internasional dan mengatakan bahwa mereka menghormati penilaian IAEA.
3. Reaksi berbagai pihak
Tepco telah terlibat dengan komunitas nelayan dan pemangku kepentingan lainnya serta mempromosikan produk pertanian, perikanan dan hutan di toko hingga restoran untuk mengurangi kerusakan reputasi produk dari daerah tersebut.
Serikat nelayan di Fukushima telah mendesak pemerintah selama bertahun-tahun untuk tidak melepaskan air tersebut dengan alasan bahwa hal itu akan membatalkan upaya untuk memulihkan reputasi perikanan mereka yang telah rusak.
Kepala Federasi Nasional Asosiasi Koperasi Perikanan, Masanobu Sakamoto mengatakan bahwa kelompok tersebut memahami bahwa pelepasan air Fukushima dapat dilakukan secara ilmiah tetapi masih khawatir akan kerusakan reputasi.
Negara-negara tetangga juga telah menyatakan keprihatinannya. Cina menjadi yang paling vokal dengan menyebut rencana Jepang tidak bertanggung jawab, tidak populer dan sepihak.
Diketahui, Cina merupakan importir terbesar makanan laut Jepang. Tak lama setelah tsunami dan gempa bumi 2011 merusak PLTN Fukushima, negara tirai bambu itu melarang impor makanan dan produk pertanian dari lima prefektur di Jepang, kemudian memperluas larangannya hingga mencakup 10 dari 47 prefektur di Jepang.
Pembatasan impor terbaru diberlakukan Cina pada bulan Juli setelah IAEA menyetujui rencana Jepang untuk membuang air yang telah diolah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 2Kenapa Massa Geruduk Rumah Doa GKPI Tangerang? Ini Kronologi dan Duduk Perkaranya
- 3Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 4Jubir KPK: Kepala Kantor BPN Mojokerto adalah Istri dari Dirjen Kementerian ATR/BPN Lampri
- 5Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 6Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 7Prediksi Italia vs Belgia 26 September 2026: Skor, H2H, Starting XI, dan Semua Prediksi
- 8Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 9Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla
- 10Aliran Dana Rp3,5 Miliar Waskita Karya ke Mantan Ketum Hipmi Akbar Himawan Sudah Masuk Gelar Perkara KPK




