Akurat Logo

Gelombang Panas Di India, 166 Orang Dilaporkan Tewas

Tia Nurullatifah | 23 Juni 2023, 11:00 WIB
Gelombang Panas Di India, 166  Orang Dilaporkan Tewas

AKURAT.CO Gelombang panas di India menewaskan 166 orang di dua negara bagian terpadat yakni Uttar Pradesh dan Bihar.

Lebih jelas, di negara bagian utara Uttar Pradesh, India Utara, 119 orang meninggal dunia karena penyakit terkait suhu panas dalam beberapa hari terakhir. Sedangkan di negara bagian Bihar melaporkan 47 kematian, berdasarkan laporan Multidimensional Poverty Index.

Menurut Departemen Meteorologi India (IMD), suhu di beberapa daerah awal bulan ini capai 43,5 derajat Celcius.

Korban Gelombang Panas di India

Pihak berwenang sedang menyelidiki penyebab kematian dan berapa banyak yang secara langsung disebabkan oleh cuaca panas ekstrem itu.

"Begitu banyak orang meninggal karena panas sehingga kami tidak punya waktu semenit pun untuk beristirahat. Pada hari Minggu saya mengangkut 26 jenazah," kata Jitendra Kumar Yadav, pengemudi mobil jenazah, dikutip Jumat (23/6/2023).

Bahkan rumah sakit terbesar di Distrik Ballia tidak mampu menampung lebih banyak pasien lagi. 

Para petugas menyatakan bahwa kamar jenazah sudah penuh setelah 54 orang meninggal dunia selama gelombang panas menerjang. Beberapa keluarga diminta membawa pulang jenazah kerabatnya.

Meskipun wilayah utara di India mengalami kenaikan suhu panas selama berbulan-bulan, suhu akhir-akhir ini dilaporkan terus normal.

Beberapa daerah mencatat suhu tertinggi yakni 43,5 derajat Celcius. Gelombang panas di India sendiri dinyatakan jika suhu menginjak 4,5 derajat Celcius di atas normal atau jika suhu di atas 45 derajat Celcius.

Gelombang panas di India juga diperparah dengan pemadaman listrik di seluruh wilayah Uttar Pradesh yang membuat warga tidak memiliki air serta untuk menyalakan kipas angin atau AC.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.