Akurat Logo

7 Fakta Menarik Bhutan, Negara Asia Selatan yang Prioritaskan Kebahagiaan Rakyatnya

| 20 Oktober 2022, 19:26 WIB
7 Fakta Menarik Bhutan, Negara Asia Selatan yang Prioritaskan Kebahagiaan Rakyatnya

AKURAT.CO Berbicara tentang negara Asia Selatan, sebagian besar tentu terbayang India, Pakistan, atau Bangladesh. Padahal, ada 5 negara Asia Selatan lainnya di samping wilayah tersebut, yaitu Afganistan, Bhutan, Maladewa, Nepal, dan Sri Lanka.

Salah satu negara Asia Selatan yang menarik untuk dikunjungi adalah Bhutan. Kerajaan kecil ini dikelilingi 2 negara raksasa, India dan China, serta terkurung pegunungan Himalaya.

Meski tertutup demi melindungi tradisi kunonya, kerajaan yang memesona ini menyimpan banyak fakta menarik yang jarang diketahui orang.

Dihimpun AKURAT.CO dari berbagai sumber, ini 7 fakta menarik Bhutan.

1. Satu-satunya Negara Negatif Karbon di Dunia

Travel.earth

Bhutan merupakan satu-satunya negara negatif karbon di dunia. Artinya, negara Asia Selatan ini menyerap lebih banyak karbon dioksida daripada yang dihasilkannya.

Pengumpulan kayu bakar dan pengembangan industrinya telah menjadi masalah mendesak bagi negara. Pasalnya, aktivitas tersebut mengakibatkan polusi dan emisi sekitar 2,2 juta ton karbon dioksida per tahun.

Namun, hutan lebat Bhutan telah berperan sebagai spons yang menyerap sebagian besar karbon dioksidanya, sehingga negara Asia Selatan ini menjadi netral karbon. Dengan begitu, tak hanya sehat bagi warganya, wisatawan juga dapat menikmati alam yang masih asli saat mengunjungi negara yang indah ini.

2. Negara Mengukur Kebahagiaan Nasional Secara Resmi

Travel.earth

Masyarakat Bhutan menganggap serius soal kebahagiaan. Alhasil, meski menjadi salah satu negara terbelakang di Asia, pemerintah tetap memprioritaskan Kebahagiaan Nasional Bruto (GNH) sebagai ukuran kemakmuran mereka sendiri di atas Produk Domestik Bruto (PDB).

Negara Asia Selatan ini yakin lebih kaya bukan berarti lebih bahagia. Istilah tersebut diciptakan oleh Jigme Singye Wangchuck, raja ke-4 Bhutan pada 1972. Pasalnya, ia ingin mengembangkan ekonomi bangsanya secara berkelanjutan.

GNH menekankan pada hidup selaras dengan alam dan nilai-nilai tradisional. Ada 4 pilar GNH: Pembangunan sosial ekonomi yang berkelanjutan dan berkeadilan, pelestarian lingkungan, pelestarian dan promosi budaya, serta tata kelola yang baik.

Pada 2011, PBB memperkenalkan gagasan ini untuk mendorong negara anggotanya mengikuti Bhutan dengan menyebut kebahagiaan sebagai 'tujuan dasar manusia'.

3. Memiliki Gunung Tertinggi yang Belum Pernah Didaki

Wikipedia

Dengan ketinggian 7.570 meter, Gangkhar Puensum merupakan puncak tertinggi ke-40 di dunia yang belum pernah didaki. Bhutan pun menjadi 'rumahnya'.

Pada tahun 1980an, para pendaki gunung mencoba mendakinya. Namun, upaya mereka gagal karena radang dingin dan angin kencang. Tim dari Inggris dan Austra juga telah mencobanya selama bertahun-tahun, tetapi belum berhasil.

Pada tahun 1994, untuk menghormati kepercayaan spiritual lokal, pemerintah Bhutan melarang pendakian gunung apa pun yang lebih tinggi dari 6 ribu meter. Orang Bhutan percaya bahwa gunung yang menjulang tinggi merupakan tempat tinggal roh. Mereka pun tak ingin roh-roh tersebut terganggu.

Sebuah tim Jepang pada 1999 berhasil mendapatkan izin dari China untuk mendaki Gangkhar Puensum. Namun, mereka terpaksa mencabutnya setelah didesak pemerintah Bhutan.

4. Hanya 8 Pilot yang Memenuhi Syarat Terbang ke Bandara Paro

Travel.earth

Bandara Paro merupakan salah satu bandara tersulit di dunia untuk mendarat. Hanya 8 pilot yang memenuhi syarat untuk melakukannya.

Bandara ini terletak di lembah pedalaman yang dikelilingi pegunungan setinggi 5.500 meter. Penerbangan dari dan menuju Paro pun diizinkan sesuai kondisi meteorologi visual.

Terbang melalui puncak yang menjulang tinggi dan angin ganas yang menyapu lembah menjadi hal yang harus dihadapi pilot sebelum mendarat. Bandara Paro merupakan satu-satunya bandara internasional di Bhutan. Delapan pilot bersertifikasi ini telah membawa lebih dari 30 ribu orang ke negara Asia Selatan ini setiap tahun.

5. 'Shangri-La' Terakhir

Global Grasshoper

Terbuka untuk dunia luar sejak tahun 1970an, negara Asia Selatan ini rutin dikunjungi wisatawan yang kagum dengan budayanya yang masih alami. Seperti surga yang hilang, Bhutan akan membiarkan mereka merasakan suasana misterius.

Begitu turun dari penerbangan, udara segar dan wajah penuh senyum dari penduduk setempat menunggu untuk menyambut para turis.

Negeri ini dikelilingi oleh puncak-puncak yang tertutup salju yang megah dan lembang-lembah berhutan lebat, sehingga tercipta latar belakang yang indah untuk dzong dan biara. Biara-biara ini menjadi tuan rumah tsechus atau festival tari yang penuh warna. Dalam festival itu, para pengunjung dapat ikut mengenakan pakaian abad pertengahan.

6. Tak Memiliki Lampu Lalu-lintas

Travel.earth

Salah satu fakta yang paling menarik dari negara Asia Selatan ini adalah tak ada lampu lalu-lintas di seluruh negerinya. Bahkan, benda ini tak ada di ibu kota Thimpu yang dikenal dengan lalu-lintasnya yang padat.

Namun, meski tak memiliki lampu lalu-lintas, arus kendaraannya dapat dikelola dengan efisien. Ini berkat polisi yang berdiri di bangunan mirip bilik di persimpangan utama untuk mengarahkan dan mengendalikan lalu-lintas.

Lampu merah-kuning-hijau itu pernah digunakan selama sehari di Thimpu. Namun, benda tersebut disingkirkan karena warga setempat lebih suka polisi. Mereka juga mengeluhkan buruknya lampu lalu-lintas.

7. Kesehatan dan Pendidikan Gratis

Borgen Magazine

Negara Asia Selatan ini menyediakan pendidikan dasar dan perawatan kesehatan gratis untuk semua warganya. Pendidikan juga dianggap sebagai hak dasar bagi warga. Bhutan pun memahami betapa pentingnya pendidikan dalam mencapai tujuan sosial, budaya, dan ekonomi bangsa.

Pemerintah tak memungut biaya sekolah dan menyediakan alat tulis dan buku pelajaran gratis bagi anak-anak pedesaan. Hal ini telah menyebabkan tingkat melek huruf meningkat secara signifikan selama beberapa dekade terakhir.

Warga Bhutan juga memiliki layanan kesehatan dasar di rumah sakit atau klinik kesehatan. Dengan digratiskannya fasilitas kesehatan ini, angka kematian bayi berhasil diturunkan dan angka harapan hidup semakin meningkat.

Dari fakta di atas, tak bisa dimungkiri Bhutan merupakan salah satu negara Asia Selatan yang penuh pesona. []

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.