Terancam Punah, Trenggiling Kini Jadi Target Sandera oleh Kelompok Pemberontak Kongo

AKURAT.CO, Sekelompok pemberontak di Republik Demokratik Kongo menyandera trenggiling yang terancam punah. Mereka lantas meminta tebusan kepada para konservasionis agar hewan itu dibebaskan. Aksi ini dikhawatirkan memicu tren eksploitasi satwa liar sebagai daya tawar.
"Ini sesuatu yang baru dan mengkhawatirkan. Jika kita membayar mereka, kita akan hancur. Seluruh cagar alam dan semua kera akan disandera. Mereka tahu berapa banyak uang yang dihabiskan untuk konservasi. Bahkan, hewan langka dihargai masyarakat internasional, lebih dari komunitas miskin yang tinggal di daerah yang sama," ungkap Adams Cassinga, pendiri Conserv Congo, dilansir dari The Independent.
Trenggiling itu ditahan di Taman Nasional Virunga. Lokasi itu juga menjadi tempat perselisihan 120 geng dalam perebutan tanah dan sumber daya mineral. Jumlah orang yang disandera di daerah itu pun melonjak selama setahun terakhir untuk mendanai konflik. Pekerja bantuan kerap menjadi target.
Kelompok bersenjata itu lantas mencari cara baru untuk menggalang dana. Conserv Congo dihubungi selama akhir pekan usai foto-foto penyanderaan hewan ini dikirim ke konservasionis lokal di kota Mweso. Geng bersenjata itu lantas menelepon sebuah kelompok di Provinsi Kivu Utara.
"Bayar kami dan kami akan serahkan untuk dibebaskan. Jika tidak kami akan melakukan apa pun yang kami inginkan," ucap Cassinga meniru ancaman geng bersenjata tersebut.
Pembela Nduma Kongo, geng yang diduga bertanggung jawab menculik mamalia ini, belum menentukan imbalan trenggiling itu.
"Mereka sedang menguji pasar," tebak Cassinga.
WWF menyebut trenggiling sebagai mamalia yang paling banyak diperdagangkan di dunia. Lebih dari 1 juta trenggiling diambil dari alam liar selama satu dekade terakhir oleh pemburu yang mengincar daging dan sisiknya untuk bahan obat-obatan tradisional. Puluhan ribu trenggiling pun masih diperdagangkan setiap tahun.
Padahal, seluruh 8 spesies trenggiling masuk dalam Daftar Merah Spesies Terancam Punah oleh IUCN. Trenggiling China, Sunda, dan Filipina bahkan telah diberi label 'sangat terancam punah'. []
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Unggah Video Veda Ega Pratama Salip David Munoz, Akun Resmi MotoGP 'Diserbu' Netizen
- 2Kenapa Massa Geruduk Rumah Doa GKPI Tangerang? Ini Kronologi dan Duduk Perkaranya
- 3Komposisi Pemain Asing Persija Belum Penuh, Manajer Minta Soal Skuad Percayakan ke Shin Tae-yong
- 4Kalender Jawa 23 September 2026: Watak Weton Rabu Pon Dikenal Cerdas dan Mudah Bergaul
- 5Diduga Singgung Status Pendatang Shin Tae-yong, Direktur Teknik Java United Lakukan Rasisme?
- 6Kalender Jawa 21 September 2026: Watak Weton Senin Legi, Sopan dan Mudah Bergaul
- 7Bantah Tuduhan Konspirasi Wasit, Presiden La Liga Sebut Real Madrid Hidup di 'Dunia Lain'
- 8Asian Games: Pebulutangkis Juara Dunia Junior Thailand Dinyatakan Positif Doping
- 9BGN Hentikan Permanen Operasional Empat Dapur MBG
- 10KPK Buka Peluang Penyidikan Baru Usut Dugaan Aliran Uang ke Pimpinan dan Anggota Komisi VIII DPR




