Akurat

Bak Film 'Final Destination', 5 Orang ini Alami Kejadian Buruk Beruntun

Bani Maryanto | 3 Juni 2021, 07:04 WIB
Bak Film 'Final Destination', 5 Orang ini Alami Kejadian Buruk Beruntun

AKURAT.CO, Para penggemar film horor Hollywood pastilah sudah hapal dengan plot yang ada film 'Final Destination'. Sekuel film ini menyajikan adegan menegangkan di mana para pemain utamanya berupaya 'menipu kematian' setelah selamat dari kecelakaan besar.

Namun, setiap kali berhasil menipu kematian itu, mereka juga akan terkena kecelakaan bertubi-tubi. Pada akhirnya, para aktornya mati satu per satu dan biasanya dalam kecelakaan misterius yang mengerikan.

Alur di mana seseorang selamat tetapi kemudian terkena bencana seperti film Final Destination ternyata juga terjadi di kehidupan nyata. Orang-orang ini juga mulanya berhasil selamat dari kecelakaan atau bencana besar, tetapi setelahnya langsung mendapatkan tragedi lain. Tragedi yang menimpa mereka juga terjadi secara beruntun. 

Siapa saja mereka, dan bagaimana kisahnya?

Dilansir dari berbagai sumber, AKURAT.CO pada Selasa (2/6) menghimpun 5 kisah orang yang mengalami nasib seperti para pemain 'Final Destination' 

1. Kisah Frane Selak dari Kroasia

Tezzbuzz

Kisah Frane Selak ini begitu menarik lantaran seperti pemain Final Destination, ia dianggap 'telah menipu kematian' sepanjang hidupnya. Bahkan, dalam kisahnya ini, Selak tercatat berhasil menipu kematian sampai tujuh kali. 

Rentetan tragedi yang dialami Selak dimulai dari musim dingin tahun 1962, yakni ketika ia berusia 32 tahun. Saat itu, Selak yang berprofesi sebagai guru musik, selamat dari kecelakaan kereta setelah tubuhnya ditarik oleh orang tak dikenal. Padahal, 17 penumpang lain di kereta tersebut meninggal. Sementara Crane dilaporkan hanya menderita lengan patah dan hipotermia.

Setahun kemudian, Selak mengunjungi ibunya yang sakit dan melakukan perjalanan pertamanya dengan pesawat. Namun, perjalan itu justru berakhir dengan kecelakaan pesawat. Selak lagi-lagi dihampiri 'malaikat  kematian'. 

Saat itu, Selak tersedot keluar setelah pintu pesawat terbuka. Tanpa parasut, Selak mendarat di tumpukan jerami, dan berhasil selamat. Sementara, 19 orang penumpang lainnya tewas setelah pesawat jatuh. 

Lalu pada tahun 1966, Selak menumpang bus yang tergelincir dari jalan dan menabrak sungai, menenggelamkan 4 penumpang. Selak, bagaimanapun bisa berenang ke pantai dan selamat dengan beberapa memar kecil. 

Setelah mengalami pengalaman buruk dengan transportasi umum, Selak memutuskan untuk bepergian dengan mobilnya. Namun, pada tahun 1970, mobilnya justru terbakar tepat saat ia tengah mengemudi. Beruntung, Selak mampu melompat dari kendaraan yang masih bergerak. Selak pun berhasil keluar hanya beberapa detik sebelum tangki bahan bakar meledak di depan matanya.

Tiga tahun setelah itu, Selak mengalami kecelakaan di mana pompa bahan bakar mobilnya rusak, menyebabkan api mesin menyembur keluar dari ventilasi udara. Lagi-lagi, ia selamat meski rambutnya gosong karena semburan api. Lalu pada tahun 1995, Selak selamat setelah ditabrak bus dengan beberapa luka ringan saat berjalan di Zagreb.

Kemudian pada tahun 1996, mobil Selak menabrak pagar pembatas karena berusaha menghindari tabrakan langsung dengan truk PBB di pegunungan Kroasia. Ia selamat setelah berhasil melompat keluar dan bergelantungan di pohon. 

Setelah menghindari kematian selama 7 kali itu, Selak malah memenangkan lotre dengan nilai USD1,11 juta (Rp15,8 miliar).  Keberuntungan itu terjadi pada tahun 2003, saat Selak berusia 73 tahun. 

2. Kisah Arthur John Priest dari Inggris

Fast Republic

Priest memang sudah wafat pada 1937 silam, tetapi ia akan selalu dikenang dengan julukan 'juru api yang tidak pernah tenggelam'. Julukan itu disematkan untuk Priest lantaran ia berulang kali selamat dari tragedi mematikan kapal-kapal yang tenggelam di Masa Perang Dunia I. 

Di antaranya termasuk bagaimana Priest lolos dari tragedi RMS Titanic, RMS Olympic, RMS Alcantara, HMHS Britannic hingga SS Donegal.

Priest sendiri dikenal sebagai seorang stoker atau juru api yang tugasnya menjaga ketel uap kapal dengan menyekop batu bara secara terus-menerus. Saat bertugas di RMS Olympic pada tahun 1911, Priest selamat setelah kapalnya bertabrakan dengan HMHS Hawk dan tenggelam di bawah permukaan air. Sementara hampir 600 lainnya tewas dalam insiden nahas itu.

Tahun berikutnya, Priest mendapatkan pekerjaan di 'kapal saudara Olympic', RMS Titanic. Saat itu, Priest sebenarnya beruntung lantaran ia menjadi salah satu pekerja yang tidak dipecat selama PHK besar-besaran di kapal tersebut.

Namun, karena tidak di-PHK itu, Priest justru ikut mengalami kecelakaan di mana Titanic menabrak gunung es, tenggelam hingga akhirnya menewaskan lebih 1.500 orang. Setelahnya, Priest selamat dari kapal penjelajah pedagang bersenjata Alcantara menabrak kapal perang Jerman bernama Grief.

Kemudian Priest lolos dari HMHS Britannic yang menabrak ranjau laut pada tahun 1916. Sementara sekitat 30 orang lainnya tewas saat itu. Awal tahun berikutnya pada bulan April 1917, Priest memulai pekerjaan barunya di kapal rumah sakit lain  yang disebut Donegal.

Namun, ketika melintasi Selat Inggris, Donegal ditorpedo oleh U-Boat Jerman dan dengan cepat tenggelam, menewaskan sekitar 40 orang. Sekali lagi, Arthur bukan di antara korban yang tewas itu.

Setelah selamat dari begitu banyak tragedi, Priest akhirnya meninggal dalam tidurnya pada tahun 1937.

3. Kisah Robert Evans dari Amerika Serikat (AS)

Denver Post

Pada tahun 2008, Evans sudah mengalami kesulitan hidup harus tinggal tanpa rumah di sebuah perkemahan di luar Boulder, Colorado. Namun, kesulitan hidup itu hanyalah sebagian kecil cobaan hidup bagi Evans yang kemudian mengalami kecelakaan beruntun.

Rangkaian tragedi Evans dimulai saat ia menjadi korban tabrak lari mobil. Ketika itu, Evans yang niatnya hanya ingin mengendarai sepeda, akhirnya harus dilarikan ke rumah sakit. 

Karena hanya menderita luka ringan, Evans lalu dipulangkan dari rumah sakit. Namun, saat berjalan kembali ke perkemahannya, Evans justru tertabrak kereta api, dan ia terhempas ke sungai. Kejadian tertabraknya Evans ini bahkan terjadi hanya beberapa jam setelah ia ditabrak pengendara mobil yang tidak bertanggung jawab. 

Kendati demikian, Evans dinilai sangat beruntung karena ia selamat dari kecelakaan fatal tersebut. Secara total, Evans diboyong ke rumah sakit dua kali selama kurun waktu sekitar 7 jam. 

"Dia mendapat dua tumpangan ambulans tadi malam. Sangat aneh bahwa seseorang ditabrak mobil dan kereta api pada malam yang sama. Saya tidak dapat membayangkan bahwa ini pernah terjadi sebelumnya di Boulder," ujar Jim MacPherson dari Departemen Kepolisian Boulder.

4. Kisah Matthew dari AS

EPA via The Independent

Jika kisah-kisah sebelumnya berhubungan dengan kecelakaan, maka cerita Matthew berkaitan dengan kasus terorisme. Diketahui, pria yang hanya diidentifikasi media sebagai Matthew ini harus berulang kali jadi sasaran para teroris.

Kisah Matthew bermula pada serangan 9/11, yakni saat gedung World Trade Center (WTC) ditembus dua pesawat yang ditumpangi para pembajak Al Qaeda. Ketika itu, Matthew yang sedang dalam perjalanan ke sebuah pertemuan, berada tepat di bawah WTC yang runtuh. 

Beruntung, Matthew selamat dan lolos dari puing-puing gedung yang terjun dari atas. Namun, bagi Matthew, insiden itu hanyalah awal dari interaksinya dengan teroris. 

Pada 13 November 2015, Matthew menghadiri konser band rock Eagles of Death Metal di Bataclan, Paris, Prancis. Saat itulah, lagi-lagi, Matthew menyaksikan aksi sekelompok teroris yang menyerang orang-orang awam dengan bekal senapan otomatis, granat, hingga rompi bunuh diri. 

Serangan Bataclan itu mengakibatkan kematian hingga 89 orang. Namun, Matthew bukan salah satu dari mereka. Matthew selamat meski ia tertembak di kaki dan harus berpura-pura mati saat para teroris mulai mengisi ulang senapannya. 

"Saya beringsut maju sentimeter demi sentimeter. Pada satu titik, saya melihat pagar pintu keluar dalam jangkauan tangan.

"Saya bisa menggenggamnya dengan satu jari, lalu jari lainnya. Saya berpura-pura mati. Ketika saya merasa seseorang menarik saya, saya bahkan tidak sempat mengecek," ujar Matthew kepada surat kabar Prancis Le Monde.

Diketahui, saat berusaha menyelamatkan diri itu, Matthew ternyata ditemukan oleh Daniel Psenny, seorang jurnalis Le Monde, dan seorang pria lainnya. Sementara Psenny sendiri juga diketahui ikut terkena luka tembakan.

5. Kisah Austin Hatch dari Michigan, AS

Michigansthumb.com

Kisah Austin begitu menyayat hati lantaran ia tidak hanya mengalami dua kali kecelakaan pesawat, tetapi juga harus berulang kali menyaksikan keluarganya meninggal di depan mata. Padahal, saat dihadapkan pada dua tragedi besar itu, Austin masih berusia belia.

Kisah Austin dimulai pada tahun 2003 silam, yakni saat ia berada di atas pesawat yang diterbangkan ayah. Dalam kasus itu, pesawat ternyata jatuh dan dilalap api, dan akhirnya menewaskan ibu dan dua saudara kandungnya. 

Sementara Austin yang saat itu berusia 8 tahun selamat setelah didorong ayahnya keluar dari jendela.

Insiden yang sangat membekas di ingatan Austin itu pun akhirnya terulang. Pada Juni 2011, Austin terbang bersama dengan ayah dan ibu tirinya ke rumah musim panas mereka. 

Nahas, pesawat yang Austin tumpangi menabrak sebuah garasi di Charlevoix, Michigan. Kecelakaan itu menewaskan semua orang di dalamnya kecuali Austin. Kendati demikian, karena kecelakaan itu, Austin menderita cedera kepala parah, patah tulang selangka, paru-paru bocor, dan beberapa tulang rusuk patah.

Karena luka-lukanya itu, Austin sempat koma setidaknya selama dua bulan. 

Namun, Austin ternyata bisa bertahan dari cobaan kehilangan seluruh keluarganya dan luka-luka yang hampir membunuhnya. Dia pulih dan melanjutkan bermain bola basket perguruan tinggi, berkat beasiswa yang dia terima di University of Michigan. Dia juga bekerja sebagai pembicara publik untuk berbagi pengalamannya dengan dunia.

Bagaimana menurutmu kisah-kisah di atas? []

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

B
E
Editor
Endarti