Ahli Kesehatan Jepang Sebut Masker Tidak Melulu Picu Heat Stroke

AKURAT.CO, Sejak pertengahan Mei lalu, berbagai media khususnya surat kabar Jepang ramai mengulas tentang hubungan masker dengan penyakit terkait suhu panas, termasuk heat stroke.
Pasalnya, pada bulan Juni-September, Jepang sedang mengalami musim panas. Tidak hanya itu, laporan juga menunjukkan bagaimana setiap musim panas, puluhan ribu warga Jepang pasti akan dirawat di rumah sakit karena serangan heat stroke.
Karena inilah, penggunaan masker pun begitu disorot lantaran penutup wajah bisa meningkatkan suhu wajah hingga kesulitan untuk bernapas. Kondisi ini jelas sangat mengkhawatirkan bagi para pengguna masker, terutama di masa-masa pandemi COVID-19 seperti sekarang ini.
Untuk menjawab masalah ini, kantor berita Jepang, NHK langsung menulis ulasan khusus terkait dengan penggunaan masker dan dampaknya terhadap serangan heat stroke.
Bertajuk 'Apakah Memakai Masker Meningkatkan Risiko Sengatan Panas?', NHK kemudian mencoba untuk menghadirkan pendapat dari pakar heart stroke dari Nippon Medical School Graduate School, Profesor Yokobori Shoji.
Meski begitu, sebelum menghadirkan analisis Yokobori, NHK lebih dulu menyajikan hasil penelitiannya terhadap pemakaian masker. NHK pun menjelaskan bahwa dari pantauan kamera termografi, masker ternyata terbukti menaikkan suhu mulut si pemakai.
Selain itu, disebutkan pula bahwa subjek penelitian merasa sesak napas selang beberapa menit setelah pemakaian masker.
"Saat subjek tidak memakai masker, suhu di sekitar mulut menunjukkan 36 derajat Celcius (C). Namun demikian, bidikan ini naik tiga derajat, mencapai 39 hingga 40 derajat, saat subjek memakai masker.
"Lima menit kemudian, kulit di sekitar mulut mulai berkeringat dan subjek melaporkan sesak napas," tulis NHK sembari menerangkan bahwa penelitian dilakukan di distrik Shibuya pada awal musim panas ini.
Setelah itu, NHK mulai menjelaskan hasil wawancaranya dengan Yokobori terkait dengan masalah ini. Dalam keterangannya, Yokobori lantas menjelaskan bahwa penggunaan masker tidak selalu membuat pemakainya rentan terhadap heat stroke.
Meski begitu, Yokobori menekankan bahwa masker memang terbukti bisa menyebabkan kesulitan bernapas hingga peningkatan ritme detak jantung.
"Dia (Yokobori) mengatakan data menunjukkan bahwa memakai masker dapat menyebabkan kesulitan bernapas dan peningkatan sekitar 10 persen pada tingkat jantung dan pernapasan, dan dalam kondisi seperti itu, latihan fisik dan peningkatan suhu udara bisa menaikkan resiko," sambung NHK.
Namun, Yokobori tetap menekankan bahwa masker adalah hal yang sangat penting untuk mencegah transmisi COVID-19.
Meski demikian, Yokobori juga menambahkan bahwa kaum lanjut usia (lansia) dan mereka yang tinggal sendirian untuk mengambil tindakan pencegahan ekstra terhadap gejala heat stroke.
"Yokobori menyarankan orang-orang seperti itu untuk secara berkala melepas masker mereka dan beristirahat di tempat yang tidak terlalu ramai saat berada di luar ruangan.
"Yokobori juga menyarankan untuk mengganti masker dari waktu ke waktu, karena aliran udara dapat terhambat saat bahan menjadi lembab karena keringat," tambah NHK.
Sementara itu, sebelumnya NHK juga sudah melaporkan panduan dari Kementerian Lingkungan Jepang terkait dengan pencegahan heat stroke. Beberapa tindakan pencegahan di antaranya adalah makan tiga kali sehari; rutin minum air terutama saat haus; menghindari kafein dalam jumlah besar; selalu sedia larutan rehidrasi oral; menyalakan AC jika tinggal di daerah panas; hingga menjaga agar ruangan tidak lembab dan memiliki akses ventilasi yang tinggi.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK




