Akurat Logo

MBS Masih Minta Nasihat dari Tersangka Pembunuh Khashoggi

Arrayyan Nurrochim | 12 Januari 2019, 17:40 WIB
MBS Masih Minta Nasihat dari Tersangka Pembunuh Khashoggi

AKURAT.CO, Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS) masih secara rutin berkomunikasi dengan penasihatnya Saud al-Qahtani yang dituduh mendalangi pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi.

Surat kabar The Washington Post mengutip sumber dari Saudi dan Amerika Serikat (AS) yang menyatakan MBS terus meminta nasihat dari Qahtani. Koresponden isu keamanan Washington Post, David Ignatius mengutip sumber AS yang baru saja bertemu MBS yang mengatakan Qahtani memiliki banyak dokumen dan data.

“Ide bahwa Anda dapat mengalami perpecahan dengan dia itu tidak realistis,” ungkap sumber AS secara anonim itu, dilansir Al Jazeera.

Sumber Saudi yang dekat dengan keluarga kerajaan juga memiliki informasi sama. “Ada barang-barang Qahtani yang digunakan untuk apa yang mungkin harus diselesaikan atau dipindahkan,” papar sumber itu pada Washington Post.

Komentar resmi terbaru pemerintah Saudi tentang Qahtani adalah pada 15 November saat jaksa menyatakan dia dalam investigasi dan dilarang meninggalkan Saudi. Dia dipecat dari posisi penaiehat kerajaan setelah pembunuhan Khashoggi tapi ada kerancuan tentang statusnya sehingga memicu banyak pertanyaan apakah dia terus memiliki pengaruh di balik layar.

Qahtani diduga memainkan peran kunci dalam pembunuhan Khashoggi dengan pertama kali membujuk jurnalis itu kembali ke Saudi. Dia bertemu tim pembunuhan Saudi sebelum mereka datang ke Turki. Dia dituduh memberi perintah membunuh Khashoggi jika jurnalis itu menolak kembali ke Saudi secara sukarela.

Ignatius mengutip sumber Saudi lainnya saat menyatakan Qahtani baru-baru ini melakukan perjalanan ke Uni Emirat Arab (UEA) meski dia diduga menjalani tahanan rumah di Riyadh. Penasihat MBS itu juga dilaporkan telah bertemu para deputi senior dari Pusat untuk Studi dan media Saudi di rumahnya di Riyadh dan mengatakan pada mereka bahwa dia telah disalahkan dan digunakan sebagai kambing hitam.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.