Akurat

Gejala Paparan Gas Klorin Terlihat Setelah Ledakan di Damaskus

Khaerul S | 27 Februari 2018, 02:25 WIB
Gejala Paparan Gas Klorin Terlihat Setelah Ledakan di Damaskus

AKURAT.CO, Beberapa orang menderita gejala terus-menerus akibat paparan gas klorin di Distrik Ghouta, yang dikuasai pemberontak di dekat Damaskus. Dinas Kesehatan Ghouta dalam pernyataanya mengatakana bahwa seorang anak tewas dalam serangan yang dilakukan tenatara suriah di daerah yang dikuasai pemberontak tersebut.

pernyataan itu menyatakan, beberapa orang korban mencium aroma klorin setelah terjadi ledakan besar di Ghouta timur di wilayah al-Shayfouniya.
"Sedikit-dikitnya 18 korban dirawat dengan diberikan oksigen dari nebulizer," kata pernyataan tersebut dilansir Reuters, Senin (26/2).

Tentara Suriah belum dapat dihubungi untuk dimintai pernyataan. Pemerintah Suriah terus membantah menggunakan senjata kimia dalam perang, yang segera memasuki tahun kedelapan.

Pada Minggu (25/2), Kementerian pertahanan Rusia, yang mendukung pemerintah Suriah menuduh pemberontak bersiap menggunakan zat beracun di Ghouta timur, sehingga mereka kemudian dapat menuduh Damaskus menggunakan senjata kimia.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, sebuah organisasi yang berbasis di Inggris membenarkan bahwa seorang anak telah meninggal karena mati lemas di Ghouta timur. Namun, tidak dapat memastikan apakah gas beracun telah digunakan dalam penyerangan tersebut.

Video yang beredar di jaringan media sosial yang menunjukkan akibat serangan tersebut menampakkan mayat seorang anak yang terbungkus kain selubung biru, dan beberapa pria bertelanjang dada serta anak laki-laki tampak berusaha untuk bernapas, dengan beberapa memegang nebulizer ke mulut dan hidung mereka.

Ghouta Timur merupakan benteng terakhir pemberontak utama di dekat Damaskus. Daerah tersebut menjadi target serangan militer yang mulai pada pekan lalu.

Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa mendesak keduabelah pihak untuk gencatan senjata 30 hari di seluruh Suriah.[]

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Khaerul S
K
Editor
Khaerul S