Sunah Apa Saja yang Dilakukan Sebelum Salat Id? Ini Amalan yang Dianjurkan

AKURAT.CO Sunah apa saja yang dilakukan sebelum Salat Id? Pertanyaan ini sering muncul menjelang Idulfitri maupun Iduladha.
Selain melaksanakan Salat Id berjemaah, umat Islam juga dianjurkan mengerjakan beberapa amalan sunnah sebelum berangkat ke masjid atau lapangan.
Amalan-amalan ini dicontohkan oleh Rasulullah SAW dan memiliki nilai pahala serta keutamaan tersendiri.
Lalu, apa saja sunnah sebelum Salat Id yang dianjurkan dalam Islam? Berikut penjelasan lengkapnya.
1. Mandi Sunah Sebelum Salat Idulfitri
Mandi sunah sebelum Salat Idulfitri sangat dianjurkan, sebagaimana mandi pada hari Jumat.
Para ulama menjelaskan bahwa mandi ini dilakukan pada pagi hari sebelum berangkat Salat Id sebagai bentuk persiapan menyambut hari raya.
Mandi Idulfitri hukumnya sunah, bukan wajib. Kecuali jika seseorang sedang dalam keadaan hadas besar (junub), maka ia wajib mandi terlebih dahulu.
Niatnya cukup di dalam hati. Jika ingin melafalkannya, dapat membaca:
"Nawaitul ghusla sunnatal 'Idilfithri lillahi ta'ala."
Artinya: "Saya niat mandi sunnah Idulfitri karena Allah Ta'ala."
Mandi ini bertujuan membersihkan diri dan menampakkan kesucian serta kegembiraan dalam menyambut hari raya, bukan untuk menghilangkan hadas karena puasa.
2. Memakai Pakaian Terbaik dan Wewangian
Rasulullah SAW menganjurkan umat Islam untuk memakai pakaian terbaik saat Hari Raya Idulfitri. Pakaian terbaik tidak harus baru, tetapi bersih, rapi, sopan, dan sesuai dengan syariat.
Hal ini sebagai bentuk menampakkan rasa syukur dan kegembiraan atas kemenangan setelah menjalankan puasa Ramadan.
Bagi laki-laki, disunahkan memakai wewangian sebelum berangkat Salat Id, seperti minyak wangi yang lembut aromanya.
Sementara bagi perempuan, tidak dianjurkan memakai wewangian yang mencolok ketika keluar rumah agar tidak menimbulkan perhatian yang berlebihan.
3. Makan Sebelum Salat Idulfitri
Khusus pada Hari Raya Idulfitri disunahkan makan terlebih dahulu sebelum berangkat melaksanakan Salat Id. Rasulullah SAW biasanya memakan beberapa butir kurma dalam jumlah ganjil, seperti tiga, lima, atau tujuh butir.
Hal ini sebagai tanda bahwa umat Islam telah menyelesaikan ibadah puasa Ramadan.
Sebaliknya, pada Hari Raya Iduladha dianjurkan untuk tidak makan sebelum Salat Id. Umat Islam disunahkan menyantap daging kurban setelah pelaksanaan salat sebagai bentuk syukur dan bagian dari syiar ibadah kurban.
4. Memperbanyak Takbir
Memperbanyak takbir merupakan sunnah yang sangat dianjurkan menjelang dan pada Hari Raya Idulfitri. Takbir dimulai sejak terbenam matahari pada malam 1 Syawal (malam Idulfitri) hingga imam memulai Salat Id.
Umat Islam dianjurkan memperbanyak takbir di rumah, di masjid, maupun dalam perjalanan menuju tempat Salat Id sebagai bentuk pengagungan kepada Allah SWT atas nikmat dan kemenangan setelah Ramadan.
Bacaan takbir yang umum dibaca adalah:
"Allahu Akbar, Allahu Akbar, laa ilaaha illallah, wallahu Akbar. Allahu Akbar wa lillahil hamd."
Takbir dapat dibaca dengan suara yang jelas bagi laki-laki sebagai syiar, sedangkan perempuan membacanya dengan suara yang lebih pelan.
5. Berjalan Kaki dan Melewati Jalan Berbeda
Disunahkan berangkat menuju tempat Salat Idulfitri dengan berjalan kaki jika memungkinkan, sambil memperbanyak takbir.
Amalan ini dicontohkan oleh Rasulullah SAW sebagai bentuk menampakkan syiar Islam dan kegembiraan di hari raya.
Selain itu, dianjurkan melalui jalan yang berbeda ketika pergi dan pulang dari tempat salat.
Dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa Rasulullah SAW melakukan hal tersebut.
Para ulama menjelaskan bahwa di antara hikmahnya adalah memperluas syiar Islam, memperbanyak tempat yang menjadi saksi kebaikan, serta membuka kesempatan untuk mempererat silaturahmi.
Dengan mengamalkan sunah sebelum Salat Id, umat Islam dapat menyambut hari raya dengan lebih sempurna. Mulai dari mandi sunah, memakai pakaian terbaik, makan sebelum Salat Idulfitri, memperbanyak takbir, hingga berjalan kaki dan melalui jalan berbeda, semuanya memiliki nilai pahala dan hikmah.
Meski tidak wajib, amalan-amalan tersebut menunjukkan kecintaan kepada ajaran Rasulullah SAW serta menambah kesempurnaan perayaan Idulfitri maupun Iduladha.
Laporan: Vidhia Ramadhanti/magang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 7Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 8Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini








