Akurat Logo

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Aktivis Bali Soroti Arah Pariwisata Indonesia

Moehamad Dheny Permana | 25 Oktober 2026, 21:30 WIB
Dua Tahun Prabowo-Gibran, Aktivis Bali Soroti Arah Pariwisata Indonesia
Diskusi publik bertajuk “Refleksi 2 Tahun Asta Cita: Menggali Visi Pariwisata Berkelanjutan dan Berbasis Budaya” yang digelar Pimpinan Daerah Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (PD KMHDI) di Kayman Resto, Denpasar, Bali, Minggu (25/10/2026).

AKURAT.CO Pengembangan pariwisata berkelanjutan berbasis budaya dinilai penting untuk mendukung agenda pembangunan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Penguatan potensi lokal dinilai dapat mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Direktur Lembaga Kajian dan Studi Kebijakan Publik (Lanskap) Bali, I Wayan Agus Pebriana, mengatakan, keberhasilan pariwisata tidak cukup diukur dari jumlah kunjungan wisatawan.

Menurutnya, kualitas pengalaman wisatawan dan besarnya manfaat yang dirasakan masyarakat lokal juga perlu menjadi indikator utama.

Hal itu disampaikan Wayan saat menjadi narasumber dalam diskusi publik bertajuk “Refleksi 2 Tahun Asta Cita: Menggali Visi Pariwisata Berkelanjutan dan Berbasis Budaya” yang digelar Pimpinan Daerah Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (PD KMHDI) di Kayman Resto, Denpasar, Bali, Minggu (25/10/2026).

Wayan menegaskan, pengembangan destinasi harus memperhatikan daya dukung lingkungan agar pertumbuhan ekonomi tidak menimbulkan dampak yang merugikan masyarakat.

“Pertumbuhan pariwisata nasional tidak bisa lagi diukur dari berapa banyak orang datang, tapi dari seberapa lama mereka tinggal, seberapa dalam mereka menghargai budaya, dan seberapa besar manfaatnya kembali ke masyarakat lokal,” kata Wayan.

Ia juga menekankan pentingnya memperluas pengembangan destinasi wisata di luar Bali. Menurutnya, kekayaan alam dan budaya yang tersebar di berbagai daerah merupakan modal besar untuk meningkatkan daya saing pariwisata Indonesia.

Pengembangan destinasi di berbagai wilayah diharapkan mampu memperluas persebaran manfaat ekonomi, membuka peluang usaha baru, serta mengurangi ketimpangan antardaerah.

“Bali lestari adalah kunci, tapi Indonesia tidak boleh hanya Bali saja,” ujarnya.

Sementara itu, aktivis pemuda Hindu, I Kadek Nova Semadi, menilai pengembangan pariwisata berbasis potensi lokal dapat memperkuat perekonomian masyarakat sekaligus mempertahankan identitas budaya daerah.

Menurut Nova, Bali memiliki beragam potensi yang dapat dikembangkan, mulai dari wisata spiritual, perkebunan, budaya, hingga edukasi.

Diversifikasi tersebut dinilai dapat memperkaya pilihan destinasi sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat di berbagai wilayah.

“Potensi wisata spiritual, perkebunan, budaya, dan edukasi dapat dikembangkan untuk memperluas kesempatan ekonomi sekaligus memperkenalkan keragaman Bali,” katanya.

Baca Juga: Kementerian ESDM Ajak Anak Muda Jadi Local Heroes, 108 Posisi Pengawal Energi Dibuka

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.