Akurat Logo

Kementerian ESDM Ajak Anak Muda Jadi Local Heroes, 108 Posisi Pengawal Energi Dibuka

Saeful Anwar | 25 Oktober 2026, 21:26 WIB
Kementerian ESDM Ajak Anak Muda Jadi Local Heroes, 108 Posisi Pengawal Energi Dibuka
Program Pengawal Energi diluncurkan Wakil Menteri ESDM, Yuliot, pada Malam Puncak Perayaan Hari Jadi ke-81 Pertambangan dan Energi, Jumat (23/10/2026), di Jakarta.

AKURAT.CO Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membuka kesempatan bagi talenta muda Indonesia untuk bergabung dalam Program Pengawal Energi 2026.

Program ini menargetkan pengawasan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dan BBM penugasan di 3.679 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di seluruh Indonesia.

Program tersebut mengajak putra-putri daerah berkontribusi dalam memperkuat pengawasan distribusi energi, sekaligus membuka ruang bagi talenta lokal untuk terlibat langsung dalam kegiatan yang mendukung transparansi dan ketepatan sasaran penyaluran BBM.

Program Pengawal Energi diluncurkan Wakil Menteri ESDM, Yuliot, pada Malam Puncak Perayaan Hari Jadi ke-81 Pertambangan dan Energi, Jumat (23/10/2026), di Jakarta.

Pelaksanaannya melibatkan Kementerian ESDM, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), serta Politeknik Energi dan Mineral (PEM) Akamigas.

Staf Khusus Menteri ESDM Bidang Percepatan Penyelesaian Isu Strategis Sektor Energi dan Sumber Daya Mineral sekaligus Ketua Panitia Hari Jadi Pertambangan dan Energi ke-81 Tahun 2026, M. Pradana Indraputra, mengatakan program ini dirancang untuk menghubungkan kebutuhan pengawasan sektor energi dengan partisipasi aktif talenta muda di berbagai daerah.

“Pengawasan yang efektif membutuhkan data yang akurat, mekanisme yang jelas, dan orang-orang yang bekerja dengan integritas. Melalui Program Pengawal Energi, kami ingin memperkuat pengawasan hingga ke tingkat SPBU sekaligus membuka kesempatan bagi talenta muda untuk berkontribusi secara langsung bagi kepentingan publik,” ujar pria yang akrab disapa Dana tersebut.

Menurut Pradana, keterlibatan talenta muda juga menjadi bagian dari investasi pengembangan sumber daya manusia di sektor energi.

Pengalaman lapangan dapat menjadi ruang pembelajaran untuk memahami pelaksanaan kebijakan dan tata kelola energi, termasuk pentingnya memverifikasi informasi, mencatat temuan secara objektif, serta menyusun laporan yang bertanggung jawab.

“Anak muda tidak harus menunggu menjadi pemimpin untuk memberi kontribusi. Mereka bisa memulainya dengan bekerja secara profesional, memeriksa fakta, dan menjalankan tanggung jawab dengan integritas. Kami ingin mendorong lahirnya local heroes—talenta yang memahami kondisi daerahnya dan bersedia mengambil peran untuk menjaga kepentingan masyarakat,” tambahnya.

Program Pengawal Energi 2026 membuka 108 posisi yang terdiri atas 100 verifikator lapangan dan delapan analis.

Para peserta akan mendukung kegiatan verifikasi lapangan, pengumpulan dan analisis data, serta penyusunan laporan temuan untuk ditindaklanjuti instansi berwenang.

Pelaksanaan tugas tersebut tetap mengikuti prosedur dan pembagian kewenangan yang berlaku.

Penempatan akan memprioritaskan talenta lokal berdasarkan domisili dan kebutuhan wilayah penugasan.

Kebijakan ini diharapkan membantu peserta memahami kondisi geografis dan karakteristik daerah, sekaligus meningkatkan efektivitas pengawasan.

Meski demikian, peserta harus bersedia ditempatkan di wilayah lain di Indonesia sesuai kebutuhan program.

Penugasan direncanakan berlangsung selama satu tahun melalui skema perjanjian kerja jasa perorangan.

Peserta akan memperoleh honorarium bulanan sebesar Rp6,5 juta untuk verifikator lapangan dan Rp5,7 juta untuk analis.

Selain honorarium, peserta juga mendapatkan dukungan operasional, insentif BPJS, serta pembekalan dan sertifikasi sesuai ketentuan program.

Pradana menegaskan, keterlibatan masyarakat dalam program ini bukan untuk menggantikan peran pemerintah maupun aparat yang berwenang, melainkan melengkapi pengawasan melalui informasi lapangan yang objektif dan dapat diverifikasi.

Program ini diharapkan turut memperkuat ketahanan energi, meningkatkan kualitas pemantauan distribusi BBM bersubsidi dan BBM penugasan, serta mendukung tata kelola sektor energi yang efektif dan akuntabel.

Baca Juga: Perkuat Identitas Bangsa, Kemenbud Tetapkan 550 Warisan Budaya Takbenda Indonesia

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.