Akurat Logo

Pramono Siapkan Pelatihan Bahasa Asing bagi Warga yang Ingin Kerja di Luar Negeri

Okto Rizki Alpino | 22 Oktober 2026, 19:03 WIB
Pramono Siapkan Pelatihan Bahasa Asing bagi Warga yang Ingin Kerja di Luar Negeri
Gubernur Jakarta, Pramono Anung, saat membuka Karir Jakarta dan Tenaga Kerja Mandiri Expo 2026 di SMESCO, Jakarta Selatan, Kamis (22/10/2026). - Akurat.co/Okto Rizki Alpino

AKURAT.CO Gubernur Jakarta, Pramono Anung, meminta Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi Jakarta memperluas pelatihan bahasa asing bagi warga yang ingin bekerja di luar negeri. Langkah ini ditempuh untuk memperbesar peluang kerja, di tengah upaya menekan tingkat pengangguran terbuka di Jakarta.

"Problem utamanya adalah bahasa. Maka untuk itu saya sudah minta kepada Kepala Dinas Ketenagakerjaan Jakarta memberikan pelatihan bahasa kepada saudara-saudara yang berkeinginan bekerja di luar negeri," kata Pramono saat membuka Karir Jakarta dan Tenaga Kerja Mandiri Expo 2026 di SMESCO, Jakarta Selatan, Kamis (22/10/2026).

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta tengah menjajaki kerja sama dengan sejumlah negara dan kota di luar negeri, untuk memperluas kesempatan kerja bagi warga. Negara dan kawasan yang menjadi sasaran antara lain Singapura, Jepang, Taiwan, Hong Kong, serta Timur Tengah.

Baca Juga: Serap 27,4 Juta Tenaga Kerja, Ekonomi Kreatif Jadi Penggerak Utama Pembangunan Global

Menurutnya, kemampuan bahasa asing menjadi salah satu hal yang perlu dipersiapkan pencari kerja agar dapat memanfaatkan peluang kerja di pasar internasional. Dia meminta dinas terkait meningkatkan sosialisasi sekaligus menyediakan pelatihan bahasa bagi warga yang berminat bekerja di luar negeri.

Warga dapat memanfaatkan fasilitas pelatihan yang disediakan Pemprov Jakarta, salah satunya Mobile Training Center atau pusat pelatihan bergerak.

Baca Juga: Pegadaian Ungkap 6 Cara Menghindari Penipuan Lowongan Kerja

Di sisi lain, pemerintah daerah berupaya menurunkan tingkat pengangguran terbuka di Jakarta. Saat ini, angka pengangguran terbuka di ibu kota tercatat sebesar 5,79 persen.

Dia berharap, perluasan akses kerja, termasuk melalui penjajakan kerja sama internasional dan peningkatan keterampilan pencari kerja, dapat mendukung target penurunan pengangguran tersebut.

"Sekarang tingkat pengangguran terbukanya sudah turun di angka 5,79 persen, tapi saya berharap segera bisa turun di angka 3,5 persen karena bagaimanapun Jakarta bisa menjadi role model bagi daerah-daerah lain," jelasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.