Akurat Logo

Dua Pimpinan OPM Tewas dalam Kontak Senjata dengan TNI di Maybrat

Putri Dinda Permata Sari | 5 Oktober 2026, 07:51 WIB
Dua Pimpinan OPM Tewas dalam Kontak Senjata dengan TNI di Maybrat
Ilustrasi police line.

AKURAT.CO Dua pimpinan kelompok TPNPB-OPM Kodap IV Sorong Raya dilaporkan tewas dalam kontak senjata dengan aparat TNI di Distrik Aifat, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, Sabtu (3/10/2026) malam.

Panglima Kogabwilhan III, Letjen TNI Lucky Avianto, mengatakan, kedua orang tersebut yakni Komandan Komando Wilayah Pertahanan II TPNPB-OPM Kodap IV Sorong Raya Arso Aisnak dan Komandan Batalyon TPNPB-OPM Karef Hamit Kodap IV Sorong Raya Yohanes KY.

Menurut Lucky, kontak senjata terjadi di kawasan hutan bagian utara Distrik Aifat.

Pasukan gabungan yang terlibat terdiri atas Denkul IV Satgas Rajawali V Koops Habema dan Satgas Yonif Marinir yang diperkuat Yonif 764-IB di bawah kendali Kogabwilhan III.

Kelompok tersebut disebut berada di bawah pimpinan Manfret Fatem. Keberadaan mereka diketahui berdasarkan pemantauan BIN ketika kelompok tersebut bergerak menuju permukiman warga.

"Keberadaan Kelompok TPNPB-OPM Kodap IV Sorong Raya pimpinan Manfret Fatem diketahui dari hasil pantauan BIN, yang menemukan pergerakan mereka saat hendak masuk ke dalam pemukiman warga Distrik Aifat, Kabupaten Maybrat," kata Lucky dalam keterangan resmi, Minggu (4/10/2026).

Lucky mengatakan aparat sebelumnya telah melakukan pendekatan persuasif dengan meminta kelompok tersebut menyerahkan diri dan meletakkan senjata. Namun, menurut dia, kelompok tersebut justru melepaskan tembakan.

Kontak senjata kemudian terjadi. Lucky menyebut Manfret Fatem dan anggota kelompoknya melarikan diri ke kawasan hutan setelah Arso Aisnak dan Yohanes KY tewas.

Dari lokasi kejadian, aparat menemukan sejumlah barang yang disebut berkaitan dengan kelompok tersebut.

Di antaranya satu pucuk revolver beserta peluru, puluhan amunisi senapan mesin otomatis, sejumlah senjata tajam, alat komunikasi, dan dua lembar bendera Bintang Kejora.

Saat ini, pasukan gabungan masih melakukan pengejaran terhadap Manfret Fatem dan anggota kelompoknya.

Lucky mengatakan pengejaran dilakukan untuk menangkap anggota kelompok tersebut sekaligus mencegah potensi aksi kekerasan terhadap masyarakat di wilayah Papua, khususnya Sorong dan Papua Barat Daya.

"Saya ingatkan kembali kepada seluruh anggota TPNPB-OPM, di mana pun kalian berada. TNI-Polri bersama seluruh aparat penegak hukum akan terus mengejar dan menangkap seluruh pelaku kejahatan kemanusiaan di Tanah Papua," ujar Lucky.

Ia menegaskan personel TNI di bawah kendali Kogabwilhan III akan menjalankan operasi berdasarkan undang-undang dan peraturan yang berlaku.

Baca Juga: Menteri HAM Buka Suara soal Konflik Papua, Ada Pesan Tegas untuk TPN-OPM

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.