Akurat Logo

DPR Minta Pemda Data Rumah Nakes yang Rusak Akibat Gempa NTT

Ayu Rachmaningtyas | 25 Agustus 2026, 19:14 WIB
DPR Minta Pemda Data Rumah Nakes yang Rusak Akibat Gempa NTT
Nakes sedang melakukan pemeriksaan warga terdampak gempa NTT.

AKURAT.CO Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Nihayatul Wafiroh, meminta pemerintah daerah segera mendata rumah tenaga medis dan tenaga kesehatan (nakes) yang rusak akibat gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pendataan diperlukan agar para nakes yang terdampak dapat segera memperoleh bantuan perbaikan dari pemerintah pusat.

“Pemerintah daerah harus segera mendata rumah tenaga kesehatan dan tenaga medis yang rusak karena bencana agar bisa segera mendapatkan bantuan perbaikan dari pemerintah pusat,” kata Nihayatul dalam keterangannya, Selasa (25/8/2026).

Sebelumnya, Komisi IX DPR meninjau langsung kondisi fasilitas kesehatan, mulai dari rumah sakit, puskesmas, hingga puskesmas pembantu (pustu) di Kabupaten Manggarai, NTT, pascagempa yang melanda wilayah tersebut.

Rombongan Komisi IX bertolak dari Jakarta menuju Labuan Bajo, kemudian melanjutkan perjalanan darat sekitar empat jam menuju Kabupaten Manggarai.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan juga membawa bantuan yang berasal dari dana pribadi anggota Komisi IX DPR RI.

Salah satu fasilitas yang menjadi perhatian adalah RS Ruteng. Sejumlah bangunan rumah sakit mengalami kerusakan dan dinilai tidak lagi layak digunakan.

Bahkan, beberapa bagian bangunan berada dalam kondisi yang mengkhawatirkan dan berpotensi roboh.

Meski demikian, pelayanan pasien tetap berjalan dengan memanfaatkan tenda darurat. Salah satunya tenda yang difungsikan sebagai ruang nifas bagi ibu yang akan maupun baru melahirkan.

Ninik mengatakan terdapat sekitar 15 pasien yang dirawat di tenda tersebut dengan kondisi beragam.

“Di sana ada ibu yang melahirkan bayi kembar, ada yang baru menjalani operasi caesar pada hari itu, ada yang mengalami pendarahan dan membutuhkan istirahat, ada yang baru menjalani operasi kuret, dan ada juga yang sedang menunggu kelahiran bayinya,” ujar Ninik.

Salah satu pasien merupakan ibu berusia 16 tahun yang menjalani perawatan setelah mengalami pendarahan.

Meski demikian, kondisi kehamilannya dilaporkan baik. Secara umum, sebagian besar ibu dan bayi yang dirawat dalam kondisi sehat.

Baca Juga: Dukcapil Terbitkan 358 Dokumen Kependudukan bagi Warga Terdampak Gempa NTT

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.