'Liga Aspal' Alarm Keras Minimnya Fasilitas Olahraga dan Ruang Bermain di Jakarta

AKURAT.CO Gubernur Jakarta, Pramono Anung, menyoroti fenomena 'Liga Aspal' yang digelar anak-anak di kawasan padat RW 08 Menteng Jaya, Jakarta Pusat.
Dia mengakui, fenomena ini menjadi cerminan masih minimnya fasilitas olahraga dan ruang bermain yang disediakan pemerintah bagi warga, khususnya di permukiman padat.
Turnamen itu lahir dari keresahan warga yang setiap hari melihat anak-anak terpaksa bermain sepak bola di jalan lingkungan. Ketiadaan lapangan dan ruang terbuka hijau, membuat warga memanfaatkan hamparan aspal di dekat rel kereta serta lahan sempit sebagai arena pertandingan.
Baca Juga: Kapolda Cup 2026 Dorong Lahirnya Generasi Baru Atlet Olahraga Asah Otak
Pramono mengaku, mengikuti perkembangan Liga Aspal dan menilai antusiasme anak-anak menjadi gambaran tingginya kebutuhan ruang bermain yang belum sepenuhnya dipenuhi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta.
"Terus terang, saya ngikutin Liga Aspal. Karena saya melihat adanya kegembiraan di anak-anak yang memanfaatkan itu. Walaupun tentunya, yang namanya aspal itu bukan tempat untuk bermain sepak bola," kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Jumat (17/7/2026).
Menurut dia, kondisi tersebut tidak bisa dilepaskan dari keterbatasan fasilitas olahraga di Jakarta yang dihuni sekitar 11 juta penduduk.
Di sejumlah wilayah, lahan yang dimanfaatkan warga juga bukan aset milik Pemprov Jakarta, melainkan milik PT Kereta Api Indonesia (KAI), sehingga ruang gerak pemerintah menjadi terbatas.
Pengakuan tersebut menunjukkan masih adanya pekerjaan rumah bagi Pemprov Jakarta dalam memenuhi kebutuhan ruang publik yang layak bagi anak-anak.
Di tengah ambisi menjadikan Jakarta sebagai kota global, banyak lingkungan padat penduduk yang hingga kini belum memiliki lapangan olahraga memadai sehingga anak-anak masih harus bermain di atas aspal dengan risiko keselamatan.
Pramono mengatakan, pemerintah tetap berupaya menambah fasilitas olahraga secara bertahap, meski belum seluruh wilayah dapat dijangkau dalam waktu bersamaan.
"Sehingga dengan demikian, Pemerintah Jakarta tetap berpikir untuk menyediakan fasilitas olahraga bagi anak-anak. Walaupun belum semuanya bisa dilakukan, tetapi beberapa sekarang ini kita bangunkan kembali," tuturnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Polemik Ijazah Gibran Memanas, Hasan Nasbi Ungkap Sikap Pemerintah
- 4Prediksi Skor PSG vs Barcelona, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Kalender Jawa 19 Oktober 2026: Watak Weton Senin Wage Dikenal Jujur dan Tenang
- 6Prediksi Skor Lille vs Galatasaray: Duel Sengit Demi Poin Perdana Liga Champions
- 7Prediksi Skor Como vs Man Utd 21 Oktober 2026: Setan Merah Terancam
- 8Prediksi Skor Bali United vs Garudayaksa 21 Oktober 2026: Serdadu Tridatu Diunggulkan?
- 9Greenpeace Bentangkan Spanduk di Bundaran HI, Pemerintah Hormati Kebebasan Berpendapat
- 10Polemik Ijazah Gibran, Prabowo Disarankan Ambil Langkah Taktis Ini Demi Cegah Indonesia Rusuh Seperti Eropa








