SMAN 1 Pontianak Tolak Final Ulang Lomba Cerdas Cermat MPR, Pilih Hormati Hasil dan Dukung SMAN 1 Sambas

AKURAT.CO SMAN 1 Pontianak memastikan tidak akan mengikuti pelaksanaan ulang final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar tingkat Provinsi Kalimantan Barat yang diputuskan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI usai polemik penilaian dewan juri viral di media sosial.
Kepala SMAN 1 Pontianak, Indang Maryati, menegaskan pihak sekolah memilih menghormati hasil perlombaan yang telah ditetapkan dan mendukung penuh SMAN 1 Sambas sebagai wakil Kalimantan Barat di tingkat nasional.
“SMAN 1 Pontianak menyatakan tidak akan terlibat dalam pelaksanaan lomba LCC yang diulang, sebagaimana informasi yang disampaikan oleh MPR RI,” kata Indang dalam pernyataan tertulis, Kamis (14/5/2026).
Indang menjelaskan, langkah yang dilakukan sekolah selama polemik berlangsung semata-mata bertujuan meminta klarifikasi terkait mekanisme penilaian agar pelaksanaan lomba berjalan transparan, objektif, dan akuntabel.
Menurutnya, sejak awal pihak sekolah tidak pernah berniat membatalkan hasil perlombaan maupun menyerang pihak tertentu.
“Sejak awal, SMAN 1 Pontianak tidak memiliki maksud untuk menganulir hasil lomba, melainkan semata-mata untuk memperoleh kejelasan melalui klarifikasi terhadap poin-poin yang dipersoalkan,” ujarnya.
Pihak sekolah juga menyampaikan apresiasi atas perhatian publik terhadap polemik final LCC Empat Pilar Kalbar yang ramai diperbincangkan di media sosial dalam beberapa hari terakhir.
Baca Juga: Thailand Terbuka: Segel Tiket Perempat Final, Reuni Leo/Daniel Kian Solid
Dalam pernyataannya, SMAN 1 Pontianak turut meminta maaf atas kegaduhan yang terjadi dan mengajak seluruh pihak menyelesaikan persoalan dengan semangat persatuan dan saling menghargai.
“SMAN 1 Pontianak memohon maaf atas kegaduhan yang terjadi, serta mengajak semua pihak untuk menyelesaikan permasalahan ini dengan semangat kebersamaan, saling menghargai, dan menjunjung tinggi nilai-nilai persatuan,” kata Indang.
Sebelumnya, polemik muncul dalam final LCC Empat Pilar tingkat Kalimantan Barat setelah jawaban peserta SMAN 1 Pontianak dinilai salah oleh dewan juri meski dianggap memiliki substansi serupa dengan jawaban peserta lain yang kemudian dinyatakan benar.
Peristiwa tersebut viral di media sosial dan memicu evaluasi dari Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia.
Ketua Ahmad Muzani sebelumnya memastikan final LCC Empat Pilar Kalbar akan diulang setelah pimpinan MPR mengevaluasi jalannya perlombaan dan menerima berbagai masukan publik terkait dugaan ketidakadilan penilaian.
“Lomba Cerdas Cermat di tingkat Kalimantan Barat yang final akan kita lakukan ulang pada waktu yang akan segera diputuskan secepatnya,” ujar Muzani dalam konferensi pers di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (13/5/2026).
Untuk menjamin objektivitas, MPR RI juga memastikan sistem penjurian pada pelaksanaan ulang nantinya akan melibatkan juri independen.
Baca Juga: Bikin Mewek! Sinopsis Gohan: Kisah Kesetiaan Anjing di Thailand yang Mengharukan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Soal Gugatan Syarat Pendidikan Gibran ke MK, Margarito Kamis: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan
- 2Link Live Score Indonesia vs Thailand Final FIFA ASEAN Cup 2026, Cek Skor dan Susunan Pemain Sekarang!
- 3Link Live Streaming Indonesia vs Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026, Nonton di Sini!
- 4Trump Siapkan Tambahan 10.000 Pasukan AS ke Timur Tengah, Senator Desak Kongres Hentikan Dana Perang Iran
- 5Kalender Jawa 5 Oktober 2026: Watak Weton Senin Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 6Link Live Streaming Indonesia vs Thailand Final FIFA ASEAN Cup 2026: Jam Berapa dan Tayang di Mana?
- 7Dokumen Pendidikan Gibran Dilaporkan ke Bareskrim, Keaslian Syarat Cawapres 2024 Jadi Sorotan
- 8Prediksi Skor Wales vs Denmark 5 Oktober 2026: Duel Ketat di Cardiff
- 9Presiden Prabowo: Satgas PKH Selamatkan Uang Negara Rp52 Triliun dalam Dua Tahun
- 10Prabowo Saksikan Penyerahan Hasil Penyelamatan Uang Negara Rp13,2 Triliun dari Satgas PKH





