Jakarta Makin Padat, Dharma Jaya Mau Pindahkan RPH dari Cakung ke Tangerang

AKURAT.CO Perumda Dharma Jaya berencana memindahkan fasilitas Rumah Potong Hewan (RPH) dari Cakung, Jakarta Timur, ke kawasan Ciangir, Tangerang. Pemindahan ini dilakukan untuk memperluas kapasitas produksi sekaligus memperkuat ketahanan pangan daging di Jakarta.
Direktur Utama Perumda Dharma Jaya, Raditya Endra Budiman, mengatakan pemindahan ini karena kondisi Jakarta yang semakin padat sehingga kurang ideal untuk pengembangan fasilitas peternakan berskala besar.
"Di sana nanti juga akan ada rumah potong hewan dan cold storage. Rumah potong hewan yang saat ini ada di Cakung kemungkinan, ini masih rencana, akan dipindahkan ke Ciangir," kata Raditya kepada wartawan, Kamis (5/3/2026).
Baca Juga: Urai Kemacetan, DPRD Jakarta Minta Pelebaran Jalan Fatmawati Dikawal Serius
Menurut dia, lokasi Ciangir dinilai lebih ideal karena berada jauh dari kawasan permukiman, sehingga lebih mendukung operasional fasilitas peternakan dan pengolahan daging dalam skala besar.
Raditya menuturkan lahan yang disiapkan di Ciangir memiliki luas sekitar 100 hektare. Namun, sekitar 20 hektare dari total lahan tersebut saat ini telah digunakan oleh lembaga pemasyarakatan.
"Lahan di Ciangir itu luasnya sekitar 100 hektare. Namun dari 100 hektare tersebut, 20 hektare sudah digunakan oleh lapas. Saya lupa namanya, Lapas Ciangir. Tetapi lapas tersebut adalah lapas asimilasi, jadi bukan lapas dengan jeruji atau sel seperti biasanya," ujarnya.
Dia menjelaskan, warga binaan di lapas tersebut umumnya telah mendekati masa bebas dan mengikuti program pembinaan melalui kegiatan produktif seperti bercocok tanam dan beternak.
"Para warga binaan di sana sebagian besar sudah mendekati masa bebas. Mereka bercocok tanam dan juga beternak di sana. Bahkan ada yang sudah merasa nyaman tinggal di sana karena sudah bekerja dan beraktivitas, bahkan ada yang sampai berkeluarga di sana," ucapnya.
Dari total lahan yang tersedia, sekitar 70 hektare masih dapat dimanfaatkan. Namun Dharma Jaya memperkirakan hanya membutuhkan sekitar 40 hektare untuk pembangunan fasilitas peternakan.
"Sebenarnya kita tidak membutuhkan seluruh 70 hektare tersebut. Kira-kira kita hanya membutuhkan sekitar 40 hektare," katanya.
Pada tahap awal pembangunan, Dharma Jaya akan membangun kandang sapi serta fasilitas pendukung seperti gudang pakan dan pengolahan pakan. Ke depan, kawasan tersebut ditargetkan menjadi pusat peternakan dan pengolahan daging yang terintegrasi.
"Jadi nanti di Ciangir akan dibangun kandang terlebih dahulu, beserta gudang pakan dan fasilitas pengolahan pakan," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ekspor Minyak Timur Tengah Pulih 80 Persen, Strategi Iran di Selat Hormuz Mulai Kehilangan Taji?
- 2Prediksi Skor Thailand vs Vietnam 29 September 2026: Vietnam Berpeluang Menang Lagi?
- 3Klik Link Live Streaming Indonesia vs Malaysia FIFA ASEAN Cup 2026 Malam Ini
- 4Prediksi Skor Argentina vs Bolivia 1 Oktober 2026: La Albiceleste Dijagokan
- 5Sinyal Aliansi Militer Baru? Telepon Khusus Erdogan ke Prabowo Bongkar Ambisi Besar Jakarta-Ankara
- 6Prediksi Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Susunan Pemain dan Skor!
- 7Klasemen FIFA ASEAN Cup 2026 Terbaru: Indonesia vs Bangladesh, Cek Jadwal dan Posisi Grup A!
- 8Cek Bansos Tahap 4 Oktober-Desember 2026, Begini Cara Cek Desil dan Status Penerima Pakai NIK
- 9KPK Hadirkan Delapan Saksi dari Kesthuri, Himpuh, Amphuri hingga Maktour untuk Pembuktian Korupsi Kuota Haji
- 10Terima Jemaat GKPI Rajeg, Wapres Gibran Tekankan Kerukunan dan Kebebasan Beribadah








