RDF Rorotan Beroperasi Bertahap, Pemprov Jakarta Pastikan SOP Dijalankan

AKURAT.CO Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jakarta memastikan operasional pengolahan sampah atau Refuse Derived Fuel (RDF) Plant Rorotan di Jakarta Utara dilakukan terbatas, untuk mengurangi dampak pencemaran lingkungan seperti bau yang ditimbulkan akibat aktivitas tersebut.
Kepala Dinas LH, Asep Kuswanto, menjelaskan pelaksanaan pengolahan sampah RDF Rorotan dilakukan lima hari dalam seminggu dengan dua shift kerja. Sementara itu, hari Sabtu dan Minggu dimanfaatkan khusus untuk kegiatan pembersihan dan penataan area operasional.
"Kami memahami kekhawatiran warga. Karena itu, operasional RDF Rorotan tidak langsung dijalankan pada kapasitas maksimal 2.500 ton per hari. Kami mulai dari 200 ton per hari, kemudian naik menjadi 400 ton, 600 ton, dan secara bertahap menuju kapasitas 1.000 ton per hari sesuai arahan Bapak Gubernur (Pramono Anung)," kata Asep kepada wartawan, Senin (2/2/2026).
Baca Juga: Sampah di RDF Rorotan Bisa Dimanfaatkan Jadi Bahan Bakar Alternatif bagi Industri
Dia menegaskan, dalam setiap peningkatan kapasitas pihaknya memastikan seluruh sistem pengendalian emisi dan kebauan berfungsi optimal dan sesuai standar teknis. Selain itu, pengiriman sampah ke RDF Plant Rorotan hanya menggunakan truk compactor tertutup hasil pengadaan tahun 2024 dan 2025.
"Tidak ada lagi kendaraan terbuka yang masuk ke RDF Plant Rorotan. Truk compactor tertutup ini dirancang untuk mencegah bau dan ceceran air lindi di sepanjang jalur pengangkutan," tegasnya.
Guna memastikan proses pengolahan berjalan sesuai standar operasional prosedur, pihaknya juga mengaktifkan dua pos pantau di wilayah Jakarta Utara dan Jakarta Timur. Kedua pos itu berfungsi untuk memeriksa seluruh kondisi kendaraan pengangkut sampah tertutup rapat dan tidak menimbulkan kebocoran.
Baca Juga: Pemprov Jakarta Harus Pastikan Armada Pengangkut Sampah di RDF Rorotan Sesuai Standar
"Kendaraan yang tidak memenuhi SOP langsung kami hentikan dan kami minta kembali ke lokasi asal. Selama hampir empat pekan terakhir, tidak ada keluhan masyarakat terkait ceceran air lindi di sepanjang rute menuju RDF Plant Rorotan," jelasnya.
Dengan penguatan teknologi dan pengendalian lingkungan, Asep berharap masyarakat dapat memahami bahwa kehadiran RDF Plant Rorotan sebagai solusi pengolahan sampah modern, aman dan bertanggung jawab.
"Fasilitas ini dibangun agar Jakarta tidak mengalami krisis pengelolaan sampah seperti beberapa daerah," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 6Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 7Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







