Gubernur Herman Deru dan Wagub Cik Ujang Hadiri Peluncuran IMCP 2025 Secara Virtual

AKURAT.CO Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Herman Deru, dan Wakil Gubernur, Cik Ujang, menghadiri secara virtual peluncuran Indikator Indeks Pencegahan Korupsi Daerah (IPKD) Monitoring Center for Prevention (MCP) Tahun 2025, yang dipimpin oleh Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Setyo Budiyanto, Rabu (5/3/2025).
Acara ini diikuti dari Command Center Kantor Gubernur Sumsel, didampingi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumsel, Edward Candra.
Dalam sambutannya, Ketua KPK, Setyo Budiyanto, menegaskan, pencegahan korupsi harus didukung dengan transparansi dalam pemerintahan.
Menurutnya, pengawasan yang ketat dan sistematis akan memastikan jalannya tata kelola yang baik.
“Kami dari KPK RI mengimbau agar MCP tidak hanya menjadi pusat pemantauan (monitoring center), tetapi juga berfungsi sebagai alat pengawasan, pengendalian, dan pencegahan,” ujar Setyo.
Baca Juga: Mentan Dukung Gubernur Herman Deru Wujudkan Sumsel Sebagai Lumbung Pangan Nasional
Inspektur Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Sang Made Mahendra Jaya, menjelaskan bahwa MCP telah berjalan sejak 2018 dengan tujuan mendorong optimalisasi pencegahan korupsi di daerah.
“Esensi utama MCP adalah membangun tata kelola pemerintahan daerah yang bersih melalui delapan area intervensi, yaitu Perencanaan, Penganggaran, Pengadaan Barang dan Jasa, Pelayanan Publik, Pengawasan APIP, Manajemen ASN, Pengelolaan Barang Milik Daerah, dan Optimalisasi Pajak Daerah,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan agar pemerintah daerah tidak bekerja sendiri dalam menghadapi tantangan pengelolaan anggaran, melainkan berkoordinasi dengan inspektur daerah jika menemukan kendala.
“Dengan pengelolaan yang benar, kita dapat mencegah korupsi. Saya harap pemerintah daerah bekerja aktif dan rasional dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih,” tambahnya.
Deputi Bidang Koordinasi dan Supervisi KPK, Didik Agung Widjanarko, mengungkapkan, Indeks Pencegahan Korupsi Daerah (IPKD) MCP Tahun 2024 mencapai skor 76, meningkat dibandingkan capaian tahun 2023 yang berada di angka 75.
Berikut rincian skor capaian IPKD MCP Tahun 2024 pada delapan area intervensi:
- Perencanaan: 88
- Penganggaran: 75
- Pengadaan Barang dan Jasa: 68
- Pelayanan Publik: 78
- Pengawasan APIP: 72
- Manajemen ASN: 81
- Pengelolaan Barang Milik Daerah (BMD): 70
- Optimalisasi Pajak Daerah: 74
Baca Juga: PT Pegadaian Dukung Gerakan Biopori dan Aksi Bersih Sungai di Kota Bima
MCP sendiri merupakan aplikasi yang dikembangkan oleh KPK untuk memantau kinerja pencegahan korupsi di tingkat pusat dan daerah.
Dengan adanya sistem ini, diharapkan pemerintah daerah semakin transparan dan akuntabel dalam menjalankan kebijakan serta pengelolaan anggaran.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 24 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 4Prediksi Skor Roma vs Cagliari 28 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan Menang
- 5Materi Matematika TKA SMA 2026, Cek Kisi-Kisi dan Contoh Soal Terbaru
- 6Kalender Jawa 27 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pahing Dikenal Cerdas dan Banyak Akal
- 7Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 8Biaya Marketplace Makin Tinggi, Brand Lokal Mulai Mengandalkan Website Sendiri
- 9Silmy Karim Didakwa Terima Rp1,2 Miliar dari Pungli Dokumen Imigrasi
- 10KPK Ingatkan Nusron Wahid untuk Kooperatif dan Berharap Dukungan Penuh Pemerintah








