5 Fakta Menarik Suku Baduy, Mulai dari Larangan, Pakaian Hingga Kepercayaan

AKURAT.CO Rumsyah Baduy menjadi sorotan perhatian warganet usai muncul dalam konten TikToker bernama Vilmei.
Di sisi lain, keberadaan dan wilayah tempat tinggal Suku Baduy telah diresmikan oleh pemerintah sebagai wilayah Cagar Budaya Pegunungan Kendeng, menurut laman resmi Provinsi Banten.
Suku Baduy dikenal sebagai komunitas yang menolak modernisasi dan sangat menjaga warisan adat serta tanah nenek moyang mereka.
Dikutip dari berbagai sumber, berikut beberapa fakta menarik Suku Baduy.
5 Fakta menarik Suku Baduy
1. Kepercayaan Suku Baduy
Masyarakat Baduy tidak menganut salah satu dari enam agama resmi negara.
Mereka masih mengikuti kepercayaan nenek moyang yang dikenal sebagai ajaran Sunda Wiwitan.
Dalam kepercayaan ini, mereka memiliki kitab suci yang disebut Sanghyang Siksa Kandang Karesian.
Baca Juga: Temuan Baru PPATK, Bandar Judi Online Beri Kemudahan Pelaku Deposit Lewat Pulsa
Suku Baduy terkenal karena menolak modernisasi dan sangat mempertahankan warisan adat serta tanah leluhur mereka.
Wilayah tempat tinggal mereka telah diresmikan oleh pemerintah sebagai bagian dari Cagar Budaya Pegunungan Kendeng, sesuai dengan informasi dari laman resmi Provinsi Banten.
2. Golongan Suku Baduy
Suku Baduy terbagi menjadi dua kelompok utama, yakni Baduy Dalam dan Baduy Luar.
Orang Baduy Luar tinggal di lima puluh kampung yang tersebar di berbagai wilayah di kaki Gunung Kendeng.
Sementara itu, Suku Baduy Dalam tinggal di tiga kampung yang dipimpin oleh seorang ketua adat yang disebut Pu'un.
Tiga kampung yang menjadi bagian dari Baduy Dalam, yaitu Kampung Cikeusik, Cikertawan, dan Cibeo, terpisah dari wilayah Baduy Luar.
3. Larangan menggunakan transportasi
Suku Baduy memiliki aturan ketat terkait penggunaan modernitas, di antaranya adalah larangan menggunakan transportasi modern seperti mobil, kereta, bus, angkutan umum, atau motor.
Selain itu, mereka juga dilarang menggunakan alat elektronik seperti televisi, radio, ponsel, kipas angin, dan sejenisnya.
4. Tidak boleh menggunakan alas kaki
Ketika memasuki kampung mereka, semua orang harus berjalan kaki dan meninggalkan kendaraan di luar kampung.
5. Pakaian Suku Baduy
Pakaian dalam Suku Baduy diatur dengan hanya menggunakan dua warna, yaitu hitam dan putih.
Warna ini bukan hanya sebagai identitas tetapi juga memiliki makna simbolis yang dalam.
Orang Baduy Luar biasanya mengenakan pakaian hitam, sementara Baduy Dalam selalu memakai pakaian putih.
Orang Baduy Luar juga boleh menggunakan warna biru gelap, yang memiliki makna kesederhanaan, sementara pakaian putih yang dikenakan oleh Baduy Dalam menandakan kesucian dan kekutuban terhadap adat istiadat nenek moyang mereka.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ekspor Minyak Timur Tengah Pulih 80 Persen, Strategi Iran di Selat Hormuz Mulai Kehilangan Taji?
- 2Prediksi Skor Thailand vs Vietnam 29 September 2026: Vietnam Berpeluang Menang Lagi?
- 3Klik Link Live Streaming Indonesia vs Malaysia FIFA ASEAN Cup 2026 Malam Ini
- 4Prediksi Skor Argentina vs Bolivia 1 Oktober 2026: La Albiceleste Dijagokan
- 5Sinyal Aliansi Militer Baru? Telepon Khusus Erdogan ke Prabowo Bongkar Ambisi Besar Jakarta-Ankara
- 6Prediksi Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Susunan Pemain dan Skor!
- 7Klasemen FIFA ASEAN Cup 2026 Terbaru: Indonesia vs Bangladesh, Cek Jadwal dan Posisi Grup A!
- 8Cek Bansos Tahap 4 Oktober-Desember 2026, Begini Cara Cek Desil dan Status Penerima Pakai NIK
- 9KPK Hadirkan Delapan Saksi dari Kesthuri, Himpuh, Amphuri hingga Maktour untuk Pembuktian Korupsi Kuota Haji
- 10Terima Jemaat GKPI Rajeg, Wapres Gibran Tekankan Kerukunan dan Kebebasan Beribadah









