Badko HMI Soroti Pertemuan Pj Bupati Muba dengan Ketua RT, hingga Kepala Dusun

AKURAT.CO Ketua Umum Badko HMI Sumbagsel, Dede Irawan, menyoroti pertemuan penjabat (Pj) Bupati Musi Banyuasin Apriyadi dengan para Ketua RT, RW dan Kepala Dusun di wilayah Kecamatan Sekayu yang diduga sarat dengan kepentingan politik pada Pilkada 2024.
Menurutnya, kepentingan politik Apriyadi yang digadang-gadang akan maju sebagai calon bupati Musi Banyuasin diduga sangat jelas dengan menggunakan instrumen atau struktural di bawah kepemimpinannya sebagai pj bupati saat ini.
"Kepentingan politiknya Apriyadi dibungkus dengan rapih yaitu dengan cara memanfaatkan momentum lebaran untuk mengumpulkan para Ketua RT, RW dan Kepala Dusun se-Kecamatan Sekayu diduga untuk persiapan Pilkada 2024," kata Dewan, sapaan akrabnya, Minggu (7/4/2024).
Baca Juga: Microsoft Kena Tegur Bawahan Joe Biden karena Keamanan yang Buruk
"Apriyadi diduga kuat menggunakan pengaruh dan wewenangnya sebagai Pj bupati untuk mempengaruhi dan menekan bawahannya sampai tingkat RT, RW dan Kadus," imbuhnya.
Dewan menuturkan, acara tersebut diduga bernuansa politik lantaran pernyataan beberapa undangan yang hadir akan mendukung Apriyadi sebagai calon bupati Muba.
"Videonya viral di acara tersebut ada pernyataan beberapa undangan untuk mendukung pencalonan Apriyadi," terangnya.
Padahal, kata Dewan, ada aturan yang mengikat kepada RT/RW untuk tidak ikut berpolitik praktis. "Permendagri dan Perda-nya ada semua yang melarang RT/RW berpolitik praktis," jelasnya.
Apalagi, lanjut Dewan, seorang pj kepala daerah yang dilarang tegas untuk terlibat dalam politik praktis.
Baca Juga: Sesuai Arahan Ketum, Puan Maharani Lanjut Jadi Ketua DPR
"Pj kepala daerah itu jabatan birokrat yang memang harus netral dan tidak terkontaminasi dengan politik praktis," tegasnya.
Namun, menurut Dewan, aturan itu tidak pernah diindahkan oleh Apriyadi karena diduga melakukan politik praktis secara diam-diam untuk persiapan maju sebagai calon bupati Muba.
"Selama ini kalau diamati, Apriyadi ini memang terindikasi melakukan politik praktis bahkan sejak Pemilu kemaren yang mana anaknya menjadi caleg DPRD Provinsi dan sekarang berlanjut untuk kepentingan Pilkada," ucapnya.
Mirisnya, Dewan menuding Mendagri tebang pilih dalam menegakkan aturan sehingga Apriyadi sampai saat ini masih dipertahankan sebagai Pj bupati.
Selain itu, Dewan menyampaikan bahwa Apriyadi merupakan Pj bupati yang penuh kontroversi namun tidak pernah dievaluasi oleh Kemendagri.
"Apriyadi seperti kebal hukum atau aturan, mungkin saja bekingannya kuat di Kemendagri," tuturnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ancaman Denny Indrayana ke Presiden Prabowo Bentuk Penghinaan pada Mandat Rakyat
- 2Tujuh Dekade Asuransi Astra Menjaga Asa: Merajut Kemandirian Ekonomi UMKM, Perempuan, hingga Penyandang Disabilitas
- 3Memutus Mata Rantai Kejahatan Keuangan Digital: Upaya OJK Melindungi Masyarakat dari Jerat Judi Online
- 4Tak Tergilas Disrupsi, Tak Terjebak Perang Harga: Rahasia Bluebird Menjaga Takhta di Industri Transportasi Dalam Negeri
- 5Ina Liem Kini Setuju Gibran Mundur dari Wapres, Alasannya Bikin Heboh
- 6Moto3 Malaysia: Angkat Topi, Hiroshi Aoyama Terpukau dengan Penampilan Veda Ega Pratama di Sepang
- 7Putusan MA Soal Suket Gibran, Margarito Kamis Ungkap Dampaknya terhadap Jabatan Wapres
- 8Transfer Bank Kena Pajak Digital Mulai 9 November 2026? Ini Faktanya
- 9Pemerintah Pastikan Fundamental Ekonomi Tetap Kuat
- 10Harga Cabai Berangsur Turun Awal November









