Akurat Logo

Lebih Dari 1.000 Warga Rohingya Tetap Ngungsi Ke Aceh Meski Sudah Diusir, Ternyata Ini Alasannya

Sulthony Hasanuddin | 23 November 2023, 12:01 WIB
Lebih Dari 1.000 Warga Rohingya Tetap Ngungsi Ke Aceh Meski Sudah Diusir, Ternyata Ini Alasannya

AKURAT.CO Lebih dari 200 etnis Rohingya mendarat di Provinsi Aceh pada Selasa (22/11/2023) malam waktu setempat, menjadikan total kedatangan anggota minoritas muslim Myanmar tersebut itu lebih dari 1.000 dalam seminggu ini.

Ketua Komunitas Nelayan Aceh, Miftach Cut Adek, mengatakan bahwa pendatang Rohingya terakhir berjumlah 216 orang yang sebagian besar adalah perempuan dan anak-anak.

Warga Rohingya yang tiba di Aceh, Sabang, ujung utara Pulau Sumatra itu berada dalam kondisi lemah dan kurang gizi.

Dikutip dari Reuters, selama bulan November hingga April, banyak warga Rohingya meninggalkan Myanmar dengan kapal reyot menuju Thailand, Bangladesh, Malaysia dan Indonesia yang memiliki mayoritas penduduk Muslim.

Baca Juga: Kapal Pengungsi Rohingya Ditolak Berlabuh, Sejak 2018 Rakyat Aceh Sudah Bantu Tapi Balasannya Begini

Lalu apa alasan warga Rohingya mengungsi?

Juru Bicara Badan Pengungsi PBB di Indonesia, Mitra Salima Suryono, mengatakan tampaknya tidak ada alasan khusus atas banyaknya jumlah pengungsi Rohingya yang datang.

"Alasan mereka bermigrasi adalah untuk mencari kehidupan yang lebih aman," ungkapnya.

Baca Juga: Mengenal Etnis Rohingya Korban Konflik Di Myanmar, Kini Ngungsi Di Indonesia

Mitra mengatakan penduduk desa Aceh berusaha mencegah ratusan warga Rohingya tiba di daerah Bireun pada minggu lalu, meskipun mereka akhirnya berhasil mendarat.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Indonesia menyatakan tidak mempunyai kewajiban atau kapasitas untuk menampung pengungsi, apalagi memberikan solusi permanen.

Selama bertahun-tahun, warga Rohingya telah meninggalkan Myanmar yang mayoritas beragama Budha.

Sebab mereka dianggap sebagai penyelundup asing dari Asia Selatan, ditolak kewarganegaraannya, hingga menjadi sasaran pelecehan.

Hampir satu juta orang Rohingya tinggal di kamp-kamp pengungsi di distrik Cox's Bazar di perbatasan Bangladesh, setelah melarikan diri dari tindakan kekerasan yang dipimpin militer di Myanmar pada tahun 2017.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.