Mengenal Kelompok Milisi Houthi Yaman Yang Ikut Serang Wilayah Israel, Siapa Mereka?

AKURAT.CO Konflik Israel-Hamas Palestina diketahui semakin melebar usai milisi Houthi Yaman ikut campur. Kelompok militan ini telah melancarkan aksi penyerangan ke wilayah Israel menggunakan drone pada Selasa (31/10/2023).
Menurut beberapa sumber, Kamis (2/11/2023), juru bicara milisi Houthi, Yahya Saree, menyebutkan bahwa serangan ke wilayah Israel bertujuan untuk mendukung kemerdekaan bangsa Palestina.
Milisi Houthi Yaman bahkan telah melakukan aksi penyerangan ke wilayah utara Israel sebanyak tiga kali sejak awal konflik Israel-Hamas bulan Oktober.
Tidak hanya itu, milisi Houthi Yaman juga menembakkan rudal balistik dalam jumlah besar ke negara Israel. Lalu, siapa sebenarnya mereka?
Milisi Houthi Yaman
Houthi merupakan kelompok militan yang berlokasi di Yaman Utara yang dipimpin oleh Hussein Badr al-Din al-Houthi. Husein diketahui seorang politikus Yaman yang aktif dalam politik sekte Zaidiyyah.
Gerakan milisi Houthi Yaman termasuk ke dalam aliran Syiah Zaydi atau Zaidiyyah, komunitas muslim minoritas di dunia Islam.
Milisi Houthi Yaman dibentuk atas inisiatif untuk membina sekelompok orang yang diketahui merupakan jaringan pemuda Zaydi. Kemudian, Hussein menawarkan sejumlah pelayanan seperti pendidikan agama, kesejahteraan sosial dan rasa persahabatan.
Awal mula terbentuknya milisi Houthi ini didukung penuh oleh pemerintahan Yaman. Namun, seiring berjalannya waktu banyak aksi protes yang dilakukan oleh militan tersebut untuk menentang kepemimpinan Presiden Ali Abdullah Saleh.
Sejak saat itu, nama Houthi Yaman mulai dikenal sebagai kelompok pemberontak pemerintah Yaman.
Hubungan Milisi Houthi Dengan Pemerintah Yaman
Hubungan antara milisi Houthi dan pemerintah Yaman kian memanas usai Presiden Saleh mendukung Perang Melawan Teror Amerika Serikat dan invasinya ke Irak pada tahun 2003.
Dukungan Pemerintahan Yaman membuat marah milisi Houthi karena menganggap telah mencabut hak kaum Zaid serta mengancam tradisi kaumnya.
Kemudian, pemerintahan Yaman menyatakan perang kepada milisi Houthi dengan memberantas para pemimpin Houthi. Dalam perang ini, Hussein al-Houthi tewas terbunuh dalam peperangan tersebut.
Setelah itu, konflik bersenjata kembali bergejolak di Yaman pada akhir tahun 2010. Konflik tersebut terjadi atas rasa ketidakpuasan masyarakat dari negara-negara Arab terhadap pemerintahannya.
Setelah empat tahun berkonflik, milisi Houthi kembali memperbaiki hubungan dengan mantan Presiden Ali Abdullah Saleh. Meski begitu, kelompok tersebut tetap melakukan aksi pemberontakan terhadap rezim yang berkuasa.
Milisi Houthi melancarkan aksi kudeta terhadap rezim Mansur Hadi dan menduduki Kota Sanaa pada akhir tahun 2014.
Aksi kudeta tersebut menjadi awal mula perang sipil pecah hingga sekarang di Yaman. Bahkan, diketahui pula aksi ini telah menewaskan lebih dari 370 ribu orang.
Milisi Houthi masih menduduki ibu kota dan mengaku sebagai pemerintah yang berkuasa di Yaman. Kelompok tersebut menguasai wilayah utara dan pusat populasi besar lainnya, sedangkan pemerintah yang diakui secara internasional bermarkas di Aden.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menilai bahwa perang Yaman telah menjadi krisis kemanusiaan terbesar di dunia. Sekitar 4 juta warga Yaman kehilangan tempat tinggal dan menjadi pengungsi.
Selama perang berlangsung, Amerika Serikat diketahui sudah memberikan sejumlah dukungan kepada Arab Saudi dalam menghadapi Milisi Houthi di Yaman.
Alasan Houthi Ikut Serang Israel
Milisi Houthi diketahui merupakan bagian dari Poros Perlawanan yakni kelompok-kelompok militan Timur Tengah yang disebut telah didukung oleh Iran.
Houthi juga sudah lama mendukung Palestina dan menentang Israel beserta sekutunya, yakni Amerika Serikat. Hal ini karena slogan milisi Houthi adalah Matilah Amerika, Matilah Israel, kutuk Yahudi dan kemenangan bagi Islam.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






