Pembangunan Sekolah Terpadu Wilayah Balikpapan Regency Baru 22 Persen

AKURAT.CO, Pembangunan kawasan sekolah terpadu di wilayah Balikpapan Regency dipastikan terlambat. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan, Irvan Taufik menargetkan akan rampung Desember mendatang.
Sebagai informasi, pembangunan ini dilakukan dalam rangka pemerataan fasilitas pendidikan, khususnya jenjang SD dan SMP untuk warga Balikpapan Tengah dan Balikpapan Selatan. Progres pembangunan oleh Kontraktor pelaksana yakni PT Sarjis Agung Indrajaya diklaim sudah 22 persen.
“Ada deviasi (keterlambatan) sebenarnya, tetapi memang hal itu dikarenakan libur lebaran,” tambahnya.
Kendati begitu, angka deviasi yang masih rendah ini belum dapat dijadikan dasar untuk melayangkan peringatan kepada kontraktor pelaksana. Peringatan baru bisa dilakukan ketika angka deviasi mencapai 10 persen atau lebih.
“Jika deviasi mencapai 10 persen atau lebih, maka kami akan lakukan Show Cause Meeting (SCM) dengan memanggil kontraktor,” sebutnya.
Mekanisme SCM akan dilakukan dengan tujuan untuk mendiskusikan langkah yang tepat untuk dapat mengejar angka deviasi yang terjadi, apabila memang deviasi mencapai 10 persen atau lebih. Hanya saja bulan ini target pekerjaan seharusnya sudah mencapai 30 persen.
Ia berpendapat, deviasi yang terjadi saat ini masih dapat dikebut dan terkejar dengan pekerjaan yang lebih maksimal untuk mencapai target progres.
“Kita akan terus mengejar deviasi itu, agar dapat tercapai dan progresnya bisa sesuai dengan jadwal yang ditetapkan. Kita optimis target di Desember 2023 ini bisa tercapai,” tandasnya.
Sebagai informasi, Pemerintah Kota Balikpapan mengalokasikan anggaran mencapai Rp 33 Miliar untuk proyek pembangunan kawasan sekolah terpadu ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Ancaman Denny Indrayana ke Presiden Prabowo Bentuk Penghinaan pada Mandat Rakyat
- 2Tujuh Dekade Asuransi Astra Menjaga Asa: Merajut Kemandirian Ekonomi UMKM, Perempuan, hingga Penyandang Disabilitas
- 3Memutus Mata Rantai Kejahatan Keuangan Digital: Upaya OJK Melindungi Masyarakat dari Jerat Judi Online
- 4Tak Tergilas Disrupsi, Tak Terjebak Perang Harga: Rahasia Bluebird Menjaga Takhta di Industri Transportasi Dalam Negeri
- 5Ina Liem Kini Setuju Gibran Mundur dari Wapres, Alasannya Bikin Heboh
- 6Moto3 Malaysia: Angkat Topi, Hiroshi Aoyama Terpukau dengan Penampilan Veda Ega Pratama di Sepang
- 7Putusan MA Soal Suket Gibran, Margarito Kamis Ungkap Dampaknya terhadap Jabatan Wapres
- 8Transfer Bank Kena Pajak Digital Mulai 9 November 2026? Ini Faktanya
- 9Pemerintah Pastikan Fundamental Ekonomi Tetap Kuat
- 10Harga Cabai Berangsur Turun Awal November



