Lewat Program Rumah Sederhana Sehat, Masyarakat Kurang Mampu Bisa Nikmati Rumah Layak Huni di Jateng

AKURAT.CO, Seorang ibu rumah tangga di Desa Paguyangan, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes bernama Wahida, tak mampu menahan rasa senang setelah mendapatkan bantuan stimulan Rumah Sederhana Sehat dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Wahida menceritakan, ia dan suaminya selalu bermimpi untuk memiliki rumah yang layak, yang telah mereka idamkan sejak lama. Ia mengaku, mimpinya itu menjadi kenyataan setelah menerima bantuan rumah dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Bahkan saking gembiranya, dari bangunannya belum terbentuk dan masih tanah saja, Wahida bilang sudah tidur di atasnya dengan beralaskan kasur kecil dan tikar.
Ia bertambah senang saat rumahnya sudah rampung 100 persen, langsung dikunjungi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang datang ke Desa Paguyangan untuk meninjau bantuan rumah tersebut pada Rabu (14/9/2022) sore.
"Saya mendapatkan rumah idaman seperti ini dari awal sebelum jadi sampe jadi pun sudah saya tempatin. Masih bentuk tanah pun sudah saya tidurin saking bangganya punya rumah sendiri dari bantuan ini. Terima kasih banget buat Pak Ganjar," kata Wahida dalam keterangannya.
Adapun bantuan Rumah Sederhana Sehat diberikan kepada 30 penerima dari masyarakat yang kurang mampu. Bantuan diberikan dalam bentuk material bangunan senilai Rp35 juta tiap rumah.
Terdiri dari struktur RUSPIN (Rumah Unggul Sistem Panel Instan) dan juga non struktur berupa dinding keliling, penutup atap, rangka atap, pintu dan jendela. Selain itu juga diberikan bantuan upah tenaga padat karya.
Ganjar menyampaikan, pihaknya juga akan memberikan bantuan listrik, air bersih dan jambanisasi untuk seluruh Rumah Sederhana Sehat di Desa Paguyangan.
"Saya senang akhirnya menjadi rumah tumbuh, dimana pemiliknya mengatur sendiri ruangannya. Ini bisa menjadi rumah yang sangat layak lah. Tinggal kita bantu listrik, kita lagi bicarakan dengan ESDM, terus jamban dibantu oleh pemda," ujar Ganjar.
Menurut Ganjar, ditengah situasi sulit seperti sekarang ini bantuan sejenis akan terus disalurkan kepada masyarakat yang benar-benar berhak menerima dan harus tepat sasaran.
Tujuannya, selain membantu masyarakat, juga untuk melakukan percepatan dalam mengurangi angka kemiskinan di Jawa Tengah. Ganjar menilai, indikator tempat tinggal seperti Rumah Sederhana Sehat juga memenuhi persyaratan hidup yang layak.
"Dalam konteks penurunan angka kemiskinan dari indikator perumahan, minimal dari penilaian aladin (atap lantai dinding) ini sudah sangat memenuhi. Plus jamban, air bersih sama listrik. Ini akan bisa mengangkat skor yang cukup tinggi untuk angka kemiskinan dengan bantuan ini," jelas Ganjar.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK



