AKURAT.CO,Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menilai potensi pengembangan wisata medis di Provinsi Nusa Tenggara Barat sangat besar.
"Kemenparekraf sudah mempererat kolaborasi dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dalam upaya mengembangkan wisata kesehatan, medis, kebugaran, dan herbal di Indonesia. Bahkan Perjanjian Kerja Samanya telah ditandatangi pada Jumat lalu," kata Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan (Kemenkes) drg Oscar Primadi, Selasa, (22/12/2020) kemarin.
Oscar optimis, kerja sama ini akan menular ke daerah lain, khususnya NTB, apalagi tahun depan di bulan Oktober akan berlangsung even internasional MotoGP 2021 di Mandalika Lombok.
Wisata Medis sendiri telah dideklarasikan NTB sejak tahun 2019. Wisata medis ini dibangun NTB dengan memadukan destinasi wisata yang memikat dengan produk jasa layanan kesehatan yang inovatif dan unggul.
"Untuk itu, saya minta NTB untuk dapat memanfaatkan kembali peluang tersebut di tengah pandemi COVID-19 dan even global MotoGP yang sebentar lagi akan digelar tersebut," pinta Oscar Primadi.
Namun Oscar meminta NTB tidak lupa untuk tetap fokus mengendalikan COVID-19 di tahun 2021. Penguatan pengendalian COVID-19 dapat dilakukan dengan beberapa strategi. Di antaranya, percepatan perbaikan gizi masyarakat termasuk pencegahan stunting, peningkatan kesehatan ibu anak penurunan angka kematian ibu dan anak, Jaminan Kesehatan Nasional, Penguatan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), Peningkatan Sistem Kesehatan Nasional, serta penguatan jejaring laboratorium.
"Saya berharap betul apa yang sudah di imbau pemerintah dapat dipatuhi masyarakat dan menjadi penangkal COVID-19 yang ampuh," ucapnya.
Sekertaris Daerah Provinsi NTB Lalu Gita Ariadi mengakui potensi besar wisata medis yang dimiliki provinsi itu. NTB adalah destinasi wisata unggulan nasional kelas dunia yang mana potensinya ada di dasar laut hingga ke puncak gunung.
Potensi wisata medis yang dimiliki NTB disebutkan Gita menjadi 'setali tiga uang' dengan keharusan memiliki sarana dan prasarana serta SDM medis yang memadai. Karena dengan memiliki destinasi wisata yang beragam dan beresiko, seperti menyelam, mendaki, berselancar, MotoGP dan di tengah pandemi COVID-19 seperti saat ini, tentu dibutuhkan dukungan medis yang mumpuni untuk melindungi wisatawan yang datang.
Karena itu, Sekda NTB juga meminta dukungan Kementrian Kesehatan untuk memperkuat sarana dan prasarana serta SDM medis yang mumpuni untuk meningkatkan kualitas wisata medis yang dimiliki NTB.
"Ini membutuhkan sarana prasaran dan SDM handal karena menyangkut citra daerah kita di mata dunia," pungkasnya. []
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 2Amanda Rigby Umur Berapa? Ini Profil, Pendidikan dan Kariernya
- 3ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 4Gara-gara Kembang Api di Hotel Pemain Persib, Persija Disanksi Tak Gelar 2 Laga di Kandang
- 5Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 6Persija Terpaksa Jamu Java United di Bali, Terancam Pengurangan Poin Jika 4 Kali Musafir
- 7Kenapa Thailand Ingin Berantas Ikan Nila Hitam? Ini 5 Alasannya
- 8Prediksi Skor Sunderland vs AZ Alkmaar 17 September 2026: The Black Cats Bisa Tahan Tim Belanda?
- 9Prabowo Pimpin Sidang DEN di Istana, Instruksikan Persiapan E50 untuk Perkuat Kemandirian Energi
- 10Terungkap di Sidang Korupsi Kuota Haji: Anak Buah Bos Maktour Setor USD10 Ribu ke Pejabat Kemenag




