Akurat Logo

Pembangunan Stadion Barombong Bermasalah, Ini Kata Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah

| 5 Juli 2019, 17:33 WIB
Pembangunan Stadion Barombong Bermasalah, Ini Kata Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah

AKURAT.CO, Pembangunan Stadion Barombong di Makassar, Sulawesi Selatan, bermasalah. Hal itu dikarenakan GMTD belum menyerahkan lahan tempat berdirinya stadion tersebut kepada Pemerintahan Provinsi Sulawesi Selatan yang memang sudah lama dijanjikan. 

"Yang kita butuh sekarang adalah bagaimana GMTD menyerahkan segera ke pemprov lahan yang ada di atas stadion ini. Itu yang kita butuhkan, kalau lahan itu sudah diserahin. Berarti tanggungjawab pemprov untuk menyelesaikan stadion ini supaya lebih cepat digunakan," kata Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah di Stadion Barombong, Jumat (5/7/2019).

Mantan Bupati Bantaeng dua periode ini menerangkan kehadirannya bersama para petugas dari Asisten Perdata dan Tata Usaha Negara, Kejaksaan Tinggi, Komisi Pemberantasan Korupsi, dan Badan Pertanahan Nasional Sulawesi Selatan di Stadion Barombong kali ini, adalah untuk menyelesaikan persoalan lahan tersebut agar tidak berlarut larut.

"Saya ingin menyampaikan kepada masyarakat untuk bersabar sedikit. Kita turun bersama ini untuk ada solusi," terangnya.

"Sekarang ini kita kompak semua turun supaya masyarakat tahu bahwa kita serius untuk menyelesaikan seluruh aset-aset pemprov," Nurdin Abdullah menambahkan.

Menurut Nurdin Abdullah, untuk melanjutkan pembangunan stadion berstandar Internasional tersebut, yang perlu diselesaikan lebih dahulu adalah persoalan lahan yang sudah berkali-kali dijanjikan akan diserahkan ke Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

Selain itu, audit fisik kemudian juga perlu dilakukan agar stadion yang dibangun nantinya sesuai dengan standar layak pakai.

"Bayangin saja sporter itu ada yang bawa tropet, ada yang teriak-teriak, ada yang mencak-mencak. Nah kalau tidak sesuai standarkan itu bahaya, makanya kita harus audit fisik, dan audit fisiknya ngak tanggung. Kita minta Politeknik Bandung dan itu biayanya tidak kecil," kata dia.

"Cukuplah sekarang ini kita jaga, sambil menunggu penyerahan. Kalau penyerahan lahan ke pemprov cepat, kita percepat. Ngak perlu nunggu waktu untuk menyelesaikan," sambungnya.

Apabila terdapat masalah saat proses audit fisik, katanya, maka hal yang akan dilakukan petugas adalah pembongkaran sesuai dengan sasaran audit yang diketahui tidak layak pakai.

"Kalau ada yang ditemukan bermasalah saat audit fisik misalnya ini tidak layak untuk sporter maka kita akan bongkarkan. Iya, harus dibongkar nda bisa dipertahankan. Yang pernah dibongkarkan yang pernah anjlok," tegasnya.

Nurdin Abdullah mengaku dalam pembangunan Stadion Barombong yang sudah mencapai 50 persen lebih itu, anggaran yang sudah dihabiskan saat ini sebanyak Rp240 miliar.

"Kalau saya sih data yang saya miliki Rp240an miliar. Tapi menurut Dispora itu Rp225 miliar yang sudah habis di sini," bebernya.

Oleh karena itu, Nurdin Abdullah meminta kepada masyarakat agar dapat bersabar dalam pembangunan stadion tersebut.

"Ini stadion coba akses jalan saja. Ini kalau pertandingan internasional di sini, kita bisa membayangkan jalan yang sempit tanpa parkir. Makanya saya minta masyarakat bersabar sedikit," tutupnya.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.