Akurat Logo

9 Juta Orang Tiap Tahunnya Meninggal Karena Polusi dan Pencemaran Air

Khaerul S | 20 Oktober 2017, 15:53 WIB
9 Juta Orang Tiap Tahunnya Meninggal Karena Polusi dan Pencemaran Air

AKURAT.CO, Jurnal mingguan kesehatan umum thelancet.com merilis penyebab kematian terbesar di dunia dikarenakan polusi dan kualitas air yang tercemar.

Buruknya kualitas udara menjadi pembunuh yang paling mematikan. Diperkirakan ada 6,5 juta kematian pada tahun 2015 akibat penyakit jantung, stroke, kanker paru-paru dan masalah pernafasan. Hal tersebut pemicunya adalah buruknya kualitas udara.

Sementara terkait tingginya pencemaran air menjadi penyebab kematian 1,8 juta orang tiap tahunnya.

Penyebab kematian lainnya yakni Pencemaran di tempat kerja juga memberi banyak korban pada beberapa pekerja termiskin di dunia. Dari kanker kandung kemih pada pekerja sablon penambang batu bara, menyebabkan 800.000 kematian tiap tahunnya.

Sehingga total setiap tahunnya populasi manusia yang meninggal karena buruknya kualitas udara dan air mencapai 9.100.000 jiwa.

Dekan di Mount Sinai School of Medicine Philip Landrigan mengatakan, mengetahui tingginya tingkat kematian karena polusi tentu menjadi masalah besar yang harus bisa diselesaikan.

9 juta kematian manusia di seluruh dunia menjelaskan bahwa kematian karena polusi lebih banyak ketimbang kematian yang diakibatkan oleh HIV /AIDS, TBC dan malaria.

Udara kotor di India dan China. Pencemaran air di sub-Sahara Afrika. Operasi pertambangan dan smelter beracun di Amerika Selatan memberi kontribusi terhadap 9 juta kematian populasi manusia di seluruh dunia.

Landrigan mengatakan, pada 2015, jumlah kematian terbesar akibat polusi terjadi di India yang mencapai 2,5 Juta orang sementara Cina 1,8 juta kematian. Negara-negara yang terkena dampak parah lainnya adalah Pakistan, Bangladesh dan Kenya.

“Tentu harus ada upaya penanganan bersama dari setiap negara untuk bisa menciptakan kualitas udara dan air yang lebih baik dan lebih bersih,” ujarnya.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Khaerul S
A