Operasi Modifikasi Cuaca Tak Bisa Jadi Andalan Tunggal Kendalikan Banjir Jakarta

AKURAT.CO Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) tidak bisa dijadikan satu-satunya andalan dalam upaya pengendalian banjir di Jakarta. Pembenahan infrastruktur juga harus diperkuat secara menyeluruh dan berkelanjutan.
Ketua Komisi D DPRD Jakarta, Yuke Yurike, menilai OMC hanya efektif sebagai langkah mitigasi jangka pendek ketika curah hujan tinggi. Namun, kebijakan ini harus berjalan seimbang dengan perbaikan infrastruktur fisik, mulai dari sistem drainase hingga pengelolaan sungai.
"Bukan berarti semuanya kita mengandalkan modifikasi cuaca juga ya," kata Yuke, Minggu (1/2/2026).
Baca Juga: Operasi Modifikasi Cuaca, Sebanyak 3,2 Ton Natrium Klorida Disemai di Langit Jakarta
Pemprov Jakarta sejatinya telah membangun infrastruktur pengendalian banjir secara masif. Upaya itu mencakup pembangunan drainase mikro, waduk, polder, hingga tanggul pantai. Meski demikian, tantangan di lapangan masih besar.
Menurutnya, Jakarta memiliki 13 aliran sungai dengan beragam persoalan yang belum sepenuhnya tertangani. Salah satunya, pendangkalan sungai di kawasan permukiman padat penduduk.
Kondisi itu diperparah oleh keterbatasan alat berat yang tidak dapat menjangkau saluran air berukuran sempit, sehingga proses pengerukan tidak berjalan optimal. "Tidak lancar karena banyak kendala juga kalau kita lihat. Kali-kali kecil itu mengalami pendangkalan. Sedangkan alat berat itu tidak bisa masuk," ungkapnya.
Baca Juga: Banjir Jadi Peringatan Serius, Jakarta Butuh Tanggul Laut yang Lebih Kuat
Yuke mendorong Pemprov Jakarta mencari solusi alternatif, termasuk penggunaan alat pengerukan yang lebih fleksibel atau portable. Langkah itu dinilai penting, agar pendangkalan sungai kecil dapat ditangani secara berkala tanpa harus menunggu kondisi semakin parah.
Selain persoalan teknis, Yuke juga menyoroti pentingnya penataan ruang yang lebih tegas. Dia menyebut masih banyak bangunan yang berdiri terlalu dekat, bahkan di atas saluran air, sehingga memperbesar risiko banjir.
Dengan pembenahan infrastruktur yang konsisten dan terintegrasi, dia berharap pengendalian banjir di Jakarta tidak lagi bersifat reaktif, melainkan mampu memberikan solusi jangka panjang bagi masyarakat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai








