Cegah Banjir Rob, Tanggul Laut Jakarta Harus Lebih Tinggi dan Tebal

AKURAT.CO Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta diminta menambah ketinggian tanggul laut hingga 1 meter dengan ketebalan mencapai 10 meter. Langkah itu dinilai mendesak untuk menahan limpasan air laut ke daratan yang kerap memicu banjir rob di Jakarta.
Ketua DPRD DKI Jakarta, Khoirudin, mengatakan penguatan tanggul laut harus menjadi prioritas agar struktur tersebut tidak mudah jebol saat menghadapi tekanan air laut dan cuaca ekstrem. Ketebalan tanggul juga perlu dirancang multifungsi agar bisa dimanfaatkan sebagai jalan umum.
"Saya minta tanggul laut ditinggikan 1 meter lagi dengan ketebalan 5 sampai 10 meter agar bisa menjadi jalan umum kendaraan sehingga tidak mudah jebol," kata Khoirudin di Balai Kota Jakarta, Jakarta Pusat, Rabu (28/1/2026).
Baca Juga: BPBD Jakarta Keluarkan Peringatan Banjir Rob hingga 7 Januari 2026
Selain penguatan tanggul, politikus PKS itu juga mendorong Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta melakukan pengerukan terhadap 13 sungai utama secara rutin dan berkelanjutan. Menurutnya, pengerukan tidak boleh hanya dilakukan saat musim penghujan.
"Pengerukan 13 sungai harus dilakukan setiap saat, kontinu, tidak boleh hanya menjelang hujan agar kedalaman sungai terjaga minimal 5 meter," ujarnya.
Khoirudin juga meminta Pemprov Jakarta melakukan pengerukan terhadap sekitar 500 saluran penghubung (PHB) yang tersebar di Jakarta. Dia menekankan, kedalaman saluran penghubung harus dijaga minimal 2 meter agar aliran air tetap lancar.
"Dengan begitu air dari atas, kiriman luar Jakarta maupun limpasan laut bisa kita minimalisir dampaknya ke masyarakat," ucapnya.
Baca Juga: DPRD Ingatkan Pemprov Jakarta Prioritaskan Perlindungan Warga Terdampak Banjir Rob
Meski memberikan sejumlah catatan, dia tetap mengapresiasi kinerja jajaran Pemprov Jakarta dalam menangani banjir. Dia menilai, aparat eksekutif sudah bekerja maksimal di tengah kondisi cuaca ekstrem.
Untuk itu, DPRD Jakarta telah memanggil Dinas SDA dan para wali kota untuk membahas penanganan banjir akibat cuaca ekstrem.
"Saya mengapresiasi eksekutif, Kepala Dinas, Kasudin yang sudah responsif dan bekerja sekuat kemampuan mereka. Namun faktanya air yang datang dan turun jauh lebih banyak daripada persiapan yang dilakukan. Ini perlu langkah ekstra," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








